Jakarta – Telur sering kali dikaitkan dengan munculnya bisul di kulit. Anggapan bahwa konsumsi telur berlebihan bisa memicu benjolan bernanah ini sudah lama beredar dan dipercaya banyak orang di Indonesia. Namun, benarkah hal tersebut sesuai dengan penjelasan medis?
Menurut Mayo Clinic, bisul atau Furunkel terjadi akibat infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus. Bakteri ini menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak, sehingga menimbulkan peradangan berupa benjolan merah yang terasa nyeri dan berisi nanah.
Kenapa telur sering disalahkan?
Banyak orang mengira telur sebagai pemicu karena munculnya keluhan kulit setelah mengonsumsinya. Padahal, kondisi tersebut belum tentu bisul. Bisa saja itu merupakan jerawat, iritasi, atau reaksi alergi.
Pada kasus alergi telur, gejala yang biasanya muncul berbeda, seperti gatal, ruam kemerahan, bentol (urtikaria), bahkan hingga mual atau sesak napas. Reaksi ini tidak sama dengan bisul yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Faktor pemicu bisul yang sebenarnya
Mengacu pada Cleveland Clinic, bisul umumnya muncul di area tubuh yang mudah lembap dan sering bergesekan, seperti leher, wajah, ketiak, paha, dan bokong.
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko antara lain:
Kebersihan kulit yang kurang terjaga
Kulit yang lembap atau berminyak
Penyakit seperti Diabetes
Sistem imun yang lemah
Obesitas
Kebiasaan berbagi barang pribadi seperti handuk atau alat cukur
Karena disebabkan oleh bakteri, bisul juga dapat menular melalui kontak langsung atau benda yang terkontaminasi.
Telur justru kaya nutrisi
Di sisi lain, telur merupakan makanan bergizi tinggi. Kandungannya meliputi protein, vitamin B12, vitamin A, selenium, dan kolin yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk membantu perbaikan jaringan kulit.
Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa telur secara langsung menyebabkan bisul. Anggapan tersebut lebih mengarah pada mitos dibanding fakta medis. Selama tidak memiliki alergi dan dikonsumsi dalam jumlah wajar, telur tetap aman.
Kapan harus ke dokter?
Meski sebagian bisul dapat sembuh sendiri, sebaiknya periksa ke tenaga medis jika:
Ukuran bisul besar dan sangat nyeri
Disertai demam tinggi
Muncul berulang atau jumlahnya banyak
Tidak membaik setelah lebih dari dua minggu
Kesimpulannya, telur bukan penyebab utama bisul. Menjaga kebersihan kulit dan daya tahan tubuh jauh lebih penting untuk mencegah infeksi bakteri yang menjadi penyebab kondisi tersebut.(BY)












