Solok  

Keresahan Warga X Koto Singkarak, Jejak Harimau Muncul hingga Area Kebun

Jejak Harimau Sumatera Ditemukan Dekat Permukiman Warga di Koto Sani Solok.
Jejak Harimau Sumatera Ditemukan Dekat Permukiman Warga di Koto Sani Solok.

SolokWarga di kawasan Ubun-Ubun, Ujuang Ladang, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, dibuat resah setelah ditemukan jejak yang diduga milik Harimau Sumatera di sekitar area permukiman.

Pj Wali Nagari Koto Sani, Erinal Dianto, saat dikonfirmasi infosumbar.net menjelaskan bahwa laporan awal mengenai temuan tersebut muncul pada 15–16 April 2026. Saat itu, warga mulai melaporkan adanya bekas telapak kaki yang mencurigakan di sekitar wilayah mereka.

Laporan serupa kembali bertambah hingga Jumat (17/4/2026) pagi. Jejak yang ditemukan tidak hanya satu titik, melainkan beberapa lokasi dengan ukuran yang berbeda-beda.

“Bahkan pagi tadi kami kembali menerima laporan adanya jejak baru di sekitar kebun dan permukiman warga. Ada juga warga yang mengaku pada malam sebelumnya mendengar atau melihat tanda-tanda keberadaan harimau yang diduga mendekati rumah mereka,” ujar Erinal.

Kondisi ini membuat masyarakat merasa khawatir untuk beraktivitas di kebun maupun keluar rumah, terutama pada malam hari.

Baca Juga  Tebing Labil Longsor Tutupi Jalan, Warga Bersihkan Material Secara Manual

Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah adanya laporan kehilangan ternak yang diduga kuat berkaitan dengan keberadaan satwa liar tersebut.

“Jejak itu ditemukan cukup dekat dengan rumah warga. Wilayah ini memang berbatasan langsung dengan kawasan hutan dan hutan lindung,” tambahnya.

Erinal juga menyebutkan bahwa kejadian seperti ini tergolong langka dalam beberapa tahun terakhir.

“Memang sebelumnya pernah ada laporan, tetapi tidak sampai sedekat ini dengan pemukiman warga,” jelasnya.

Pemerintah nagari pun telah mengeluarkan imbauan agar warga lebih waspada dan mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari.

“Kami sudah menyampaikan imbauan secara langsung maupun tertulis. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya aktivitas luar rumah sementara dikurangi,” katanya.

Selain itu, pihak nagari telah melaporkan kejadian ini ke BKSDA Sumbar pada 16 April 2026 untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga  Jon Firman Pandu Resmi Lantik 2.436 PPPK Paruh Waktu Lingkup Pemkab Solok

“Saat ini tim BKSDA Sumbar bersama perangkat nagari sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, termasuk pemasangan kamera jebak dan langkah mitigasi lainnya. Kami masih menunggu hasil resminya,” ujarnya.

Hingga saat ini, situasi di tengah masyarakat dilaporkan masih relatif kondusif, meski rasa waspada dan cemas tetap dirasakan oleh warga sekitar.(des*)