Solok – Peringatan Hari Jadi ke-113 Kabupaten Solok berlangsung meriah dengan digelarnya Festival Kuliner dan Pawai Budaya yang menampilkan kekayaan tradisi dari 74 nagari, di halaman Kantor Bupati Solok.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing nagari turut berpartisipasi dengan membawa ciri khas daerahnya, mulai dari makanan tradisional hingga berbagai produk unggulan yang mencerminkan potensi lokal.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini sengaja menitikberatkan pada partisipasi nagari. Setiap nagari diberikan kesempatan untuk memperkenalkan keunikan mereka, baik dari kuliner maupun produk khas yang dimiliki.
“Lewat kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa setiap nagari memiliki potensi dan karakter yang berbeda-beda. Semua ini juga tidak lepas dari kerja sama dan kekompakan berbagai pihak,” ujarnya.
Selama acara berlangsung, masyarakat disuguhkan beragam pertunjukan seni tradisional dalam pawai budaya yang menampilkan kekayaan adat istiadat yang masih terjaga hingga saat ini.
Selain itu, stan-stan dari tiap nagari juga menarik perhatian pengunjung. Berbagai hidangan khas serta produk olahan lokal dipamerkan sebagai bentuk promosi potensi ekonomi masyarakat setempat.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya penting dalam mempertahankan identitas daerah di tengah perkembangan zaman. Ia juga menilai budaya dan kuliner memiliki peluang besar untuk mendorong sektor pariwisata.
“Semangat masyarakat Kabupaten Solok dalam melestarikan budaya patut diapresiasi. Kegiatan seperti ini juga bisa menjadi penggerak ekonomi sekaligus daya tarik wisata,” katanya.
Perayaan HUT ke-113 Kabupaten Solok ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat jati diri daerah melalui kekayaan budaya dan kuliner yang dimiliki.(des*)












