Jakarta – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap perkembangan terbaru terkait insiden hilangnya helikopter PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Dalam operasi pencarian terbaru, tim SAR berhasil menemukan bagian yang diduga sebagai ekor helikopter tersebut.
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa helikopter itu terakhir terdeteksi pada pukul 08.39 WIB sebelum akhirnya kehilangan kontak beberapa menit kemudian. Upaya pencarian dilakukan menggunakan helikopter Super Puma milik TNI AU yang mulai bergerak menuju lokasi sekitar pukul 13.10 WIB.
Dalam proses penyisiran, tim udara menemukan serpihan yang diduga merupakan bagian ekor helikopter jenis Airbus H130 PK-CFX. Lokasi temuan tersebut diperkirakan berada sekitar 3 kilometer ke arah barat dari titik terakhir helikopter terpantau.
“Pada pukul 15.25 WIB, heli Super Puma TNI AU kembali ke Lanud Supadio. Dari hasil pemantauan udara, ditemukan bagian yang diduga ekor helikopter di sekitar 3 kilometer dari titik hilang kontak,” ujar Syafii dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Informasi penemuan itu kemudian diteruskan kepada tim darat yang masih berupaya menjangkau lokasi kejadian. Medan yang sulit dengan kondisi perbukitan dan hutan lebat menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
Syafii menambahkan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, aparat desa, serta unsur potensi SAR dari Kabupaten Sintang masih terus berusaha mencapai titik koordinat sinyal dari Emergency Locator Transmitter (ELT) milik helikopter tersebut.
Sebelumnya diketahui, helikopter itu membawa delapan orang, yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, membenarkan adanya laporan hilangnya helikopter PK-CFX di kawasan Sekadau.
Berdasarkan data, dua kru yang bertugas adalah pilot Captain Marindra W serta EOB Harun Arasyid. Sementara itu, enam penumpang yang berada di dalam helikopter tersebut tercatat bernama Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.(des*)












