Iran, Negosiasi dengan AS Tak Rasional, Militer Siaga Hadapi Ancaman

Rudal Iran.
Rudal Iran.

Jakarta – Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah menggelar pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat (AS), menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim adanya negosiasi dengan Teheran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan pemerintahannya hanya terlibat komunikasi tidak langsung melalui mediator, tanpa kontak langsung dengan AS.

Menurut Baghaei, Iran telah menerima pesan dari AS melalui pihak ketiga yang menyampaikan keinginan untuk memulai dialog guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

“Kami tidak melakukan pembicaraan langsung dengan AS. Dalam beberapa hari terakhir, kami menerima pesan dari sejumlah negara sahabat yang menyampaikan permintaan AS untuk menggelar negosiasi sebagai upaya mengakhiri perang.

Baca Juga  Tarif Resiprokal AS Mengancam Ekspor, Indonesia Tempuh Jalur Diplomasi

Pesan tersebut telah kami tanggapi sesuai prinsip kebijakan pemerintah,” ujar Baghaei kepada kantor berita IRNA, Selasa (24/3/2026).

Baghaei menambahkan, selama komunikasi tidak langsung ini, Iran juga menyampaikan peringatan serius kepada AS, termasuk potensi dampak besar jika terjadi serangan terhadap infrastruktur penting negara.

Ia menegaskan, militer Iran selalu dalam kondisi siaga penuh untuk merespons serangan dari AS maupun Israel dengan cepat, tegas, dan efektif.

Sementara itu, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyatakan bahwa negosiasi dengan AS saat ini tidak memiliki arti.

“Dalam situasi sekarang, negosiasi tidak rasional. Musuh hanya memahami bahasa kekuatan dan rudal,” tulis Rezaei melalui akun media sosial X.(des*)