Berita  

Houthi Tuduh Staf PBB Mata-mata, PBB Kecam Tuduhan

Kelompok Houthi
Kelompok Houthi

Jakarta – Kelompok Houthi kembali menahan staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Yaman. Kantor PBB di negara itu mengonfirmasi bahwa 20 stafnya masih ditahan setelah kelompok pemberontak menyerbu kantor badan dunia tersebut di Sanaa, ibu kota Yaman, sehari sebelumnya.

Pada Sabtu (18/10/2025), pihak PBB melaporkan bahwa pasukan Houthi telah memasuki kompleks mereka tanpa izin.

“Di antara yang ditahan terdapat lima staf lokal dan lima belas staf internasional,” ujar Jean Alam, juru bicara koordinator PBB di Yaman, seperti dikutip AFP, Senin (20/10/2025).

PBB telah berkomunikasi dengan otoritas di Sanaa, pemerintah Yaman, serta negara-negara anggota terkait untuk segera menyelesaikan situasi ini, memastikan semua personel dibebaskan, dan memulihkan kendali penuh atas fasilitasnya di Sanaa, tambah Alam.

Seorang pejabat PBB yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan pada Minggu malam bahwa Peter Hawkins, perwakilan UNICEF di Yaman, termasuk di antara staf yang ditahan. Informasi ini juga dikonfirmasi oleh dua sumber keamanan Houthi.

Baca Juga  Serangan Houthi Sasar Kapal Dagang AS dan Israel di Perairan Yemen

Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya pada 31 Agustus lalu, ketika Houthi menyerbu kantor PBB di Sanaa dan menahan lebih dari 11 karyawan. Saat itu, para staf dicurigai menjadi mata-mata untuk Amerika Serikat dan Israel, menurut seorang pejabat senior Houthi yang berbicara dengan AFP secara anonim.

Dalam pernyataan pada Sabtu, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio GuterresStephane Dujarric, menegaskan, “Kami terus menyerukan diakhirinya penahanan sewenang-wenang terhadap 53 rekan kami.”

Dujarric juga menanggapi pidato pemimpin Houthi, Abdelmalek al-Huthi, yang disiarkan televisi pada Kamis lalu. Dalam pidatonya, al-Huthi mengklaim pasukannya telah membongkar “salah satu sel mata-mata paling berbahaya” yang terkait dengan organisasi kemanusiaan seperti Program Pangan Dunia dan UNICEF. Dujarric menilai tuduhan tersebut “berbahaya dan tidak dapat diterima.”

Baca Juga  Israel Lancarkan Serangan Besar ke Sanaa Setelah Serangan Drone Houthi di Eilat

Insiden terbaru ini terjadi di tengah gelombang penangkapan puluhan personel PBB di wilayah yang dikuasai Houthi dalam beberapa bulan terakhir. Sejak 31 Agustus 2025, 21 staf PBB telah ditangkap, selain 23 anggota dan mantan anggota lembaga internasional yang juga ditahan, menurut data PBB.(des*)