Invasi Dekat, Pasukan Israel Siapkan Posisi di Perbatasan Rafah

Pasukan Israel
Ribuan tenda pengungsian di Rafah, Jalur Gaza.

Gaza Palestina melaporkan bahwa militer Israel telah melakukan pemindahan paksa terhadap warga di Rafah timur. Tindakan ini terjadi di tengah-tengah rencana potensial invasi oleh pasukan Zionis ke wilayah tersebut.

Menurut Radio Militer Israel, pengusiran warga tersebut terjadi sebelum “serangan militer” yang direncanakan. Mereka melaporkan bahwa pasukan telah memaksa warga untuk pindah ke area Khan Younis dan Al Mawasi, seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera.

Pada akhir April, Israel juga melakukan penarikan mundur Brigade Nahal dari Jalur Gaza. Radio Tentara Israel menginformasikan bahwa pasukan Nahal akan diberi waktu istirahat, pemulihan, dan pelatihan sebelum kemungkinan invasi di Rafah.

Media Israel juga melaporkan bahwa pasukan yang ditarik akan digantikan oleh Brigade Lapis Baja ke-679 dan Brigade Infanteri ke-2, seperti yang dilaporkan oleh Anadolu Agency.

Baca Juga  Mahkota Makeup Store Buka Kesempatan Kerja untuk Posisi Admin

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, menyatakan bahwa militer berencana untuk melakukan invasi ke Rafah dalam waktu dekat. Ini terjadi setelah pernyataan sebelumnya dari militer Israel yang menyatakan bahwa mereka telah siap dan hanya menunggu perintah dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Rencana invasi Rafah ini muncul di tengah-tengah agresi yang masih berlangsung oleh pasukan Israel di Gaza sejak Oktober 2023. Selama agresi tersebut, pasukan Israel telah melancarkan serangan yang melibatkan warga dan objek sipil, termasuk rumah sakit, kamp pengungsian, dan tempat ibadah. Imbas dari serangan tersebut, lebih dari 34.000 jiwa di Palestina dilaporkan meninggal.

Baca Juga  ATR/BPN Siapkan Rp1,8 Triliun untuk Program Prioritas Pertanahan

Pencaplokan Rafah oleh Israel telah lama direncanakan dan merupakan bagian dari strategi mereka di tengah agresi yang sedang berlangsung di Gaza.(des)