Jakarta – Paparan polusi udara dan asap dapat berdampak buruk terhadap kesehatan sistem pernapasan. Kondisi udara yang tercemar berisiko menimbulkan iritasi pada saluran napas, memicu batuk, hingga menyebabkan sesak napas, termasuk pada orang yang sebelumnya tidak pernah didiagnosis menderita asma.
Mengutip Medical News Today, sesak napas atau dispnea adalah kondisi ketika seseorang merasa kesulitan mendapatkan udara atau bernapas dengan nyaman. Keluhan ini bisa muncul dalam tingkat ringan, seperti napas terasa pendek, hingga kondisi berat yang membuat seseorang kesulitan bernapas.
Asma memang menjadi salah satu penyebab sesak napas. Namun, gangguan tersebut juga dapat dipicu oleh alergi, paparan zat pencemar, serta perubahan suhu lingkungan yang ekstrem. Oleh karena itu, sesak napas tidak selalu berkaitan dengan asma dan perlu diperhatikan berdasarkan penyebabnya.
Selain menjaga kualitas udara dan menghindari faktor pemicu, beberapa minuman diketahui mengandung senyawa yang berpotensi mendukung kesehatan saluran pernapasan. Meski demikian, manfaatnya masih bergantung pada kondisi masing-masing orang dan tidak dapat dijadikan pengganti pengobatan medis.
Berikut enam minuman yang memiliki potensi manfaat bagi sistem pernapasan.
1. Teh Jahe
Teh jahe menjadi salah satu pilihan minuman herbal yang kerap dikaitkan dengan manfaat antiradang. Mengutip Healthline, jahe mengandung senyawa aktif, seperti gingerol dan shogaol, yang banyak diteliti karena potensi pengaruhnya terhadap proses peradangan dalam tubuh.
Sejumlah penelitian awal menunjukkan bahwa kandungan tersebut berpotensi membantu mengurangi peradangan yang berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan. Jahe juga diteliti terkait kemungkinan efeknya terhadap otot bronkus, yaitu saluran yang mengalirkan udara menuju paru-paru.
Minuman jahe hangat dapat memberikan rasa nyaman pada tenggorokan, terutama ketika mengalami iritasi ringan. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas teh jahe dalam mengatasi serangan sesak napas masih terbatas.
2. Teh Mullein
Mullein merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai keluhan pernapasan. Tanaman ini dikenal dalam bentuk teh yang dibuat dari bagian tertentu, seperti daun, bunga, atau akar.
Penggunaan mullein secara tradisional dikaitkan dengan upaya meredakan iritasi pada saluran pernapasan. Akan tetapi, bukti klinis yang memastikan efektivitasnya untuk mengatasi sesak napas atau asma pada manusia masih belum memadai.
Karena itu, teh mullein sebaiknya tidak dianggap sebagai terapi utama untuk gangguan pernapasan. Jika ingin mengonsumsinya, pastikan produk berasal dari sumber yang tepercaya dan telah diolah dengan aman.
3. Teh Akar Manis
Akar manis atau licorice merupakan tanaman yang mengandung glycyrrhizin, senyawa yang diteliti karena potensi efek antiradang dan pengaruhnya terhadap respons kekebalan tubuh.
Beberapa penelitian awal menelaah kemungkinan manfaat ekstrak akar manis dalam membantu mengurangi gejala yang berkaitan dengan peradangan saluran napas. Ada pula penelitian yang mengamati penggunaannya bersama obat konvensional, termasuk salbutamol atau albuterol.
Meski demikian, bukti tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa teh akar manis efektif mengatasi sesak napas. Konsumsinya juga memerlukan perhatian khusus karena glycyrrhizin dapat meningkatkan tekanan darah dan menurunkan kadar kalium dalam tubuh.
Risiko tersebut semakin besar jika akar manis dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau dalam jangka panjang. Orang yang memiliki tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau ginjal, maupun sedang mengonsumsi obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakannya.
4. Teh Hitam
Teh hitam berasal dari tanaman Camellia sinensis, sama seperti teh hijau. Perbedaannya terletak pada proses pengolahan daun teh yang mengalami oksidasi lebih lanjut sehingga menghasilkan warna lebih gelap dan cita rasa yang lebih kuat.
Minuman ini mengandung kafein yang diketahui dapat memberikan efek bronkodilator ringan. Bronkodilator merupakan zat yang membantu melebarkan saluran pernapasan sehingga udara lebih mudah mengalir menuju paru-paru.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kafein berpotensi memberikan perbaikan kecil dan sementara pada fungsi paru-paru, khususnya pada sebagian orang yang mengalami asma.
Namun, kandungan kafein dalam teh hitam tidak dapat menggantikan obat bronkodilator yang diresepkan dokter. Konsumsi berlebihan juga dapat memicu jantung berdebar, kecemasan, atau gangguan tidur pada orang yang sensitif terhadap kafein.
5. Teh Hijau
Teh hijau dikenal mengandung antioksidan, terutama katekin, yang banyak diteliti karena potensinya dalam membantu mengurangi proses peradangan.
Peradangan merupakan salah satu mekanisme yang dapat terlibat dalam gangguan pernapasan, termasuk asma. Oleh sebab itu, para peneliti mempelajari kemungkinan hubungan antara konsumsi teh hijau dan kesehatan paru-paru.
Sejumlah penelitian observasional menemukan adanya hubungan antara kebiasaan minum teh hijau dan fungsi paru-paru yang lebih baik pada kelompok tertentu. Salah satu penelitian yang melibatkan lebih dari 1.000 orang melaporkan bahwa peserta yang mengonsumsi sedikitnya dua cangkir teh hijau berukuran sekitar 240 mililiter per hari memiliki fungsi paru-paru lebih baik dibandingkan mereka yang tidak meminumnya.
Meski hasil tersebut menarik, hubungan yang ditemukan dalam penelitian observasional tidak otomatis membuktikan bahwa teh hijau menjadi penyebab peningkatan fungsi paru-paru. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaatnya dalam mengatasi keluhan sesak napas.
6. Kopi Hitam
Kopi hitam juga menjadi salah satu minuman yang diteliti karena kandungan kafeinnya. Senyawa tersebut dapat memengaruhi otot polos pada saluran pernapasan dan memberikan efek pelebaran bronkus dalam tingkat ringan.
Tinjauan penelitian yang diterbitkan pada 2010 menemukan bahwa kafein dapat memberikan perbaikan sementara pada fungsi saluran napas pada sebagian penderita asma.
Namun, efek tersebut tidak cukup kuat untuk menjadikan kopi sebagai pengobatan sesak napas. Minuman ini juga tidak dapat menggantikan inhaler atau obat yang diresepkan tenaga medis.
Konsumsi kopi perlu dibatasi sesuai toleransi tubuh, terutama bagi orang yang mudah mengalami jantung berdebar, gangguan tidur, atau peningkatan kecemasan setelah mengonsumsi kafein.
Jangan Jadikan Minuman Herbal sebagai Pengganti Pengobatan
Teh jahe, teh mullein, teh akar manis, teh hitam, teh hijau, dan kopi hitam memiliki kandungan yang diteliti terkait kemungkinan manfaatnya bagi saluran pernapasan. Namun, kekuatan bukti ilmiah untuk setiap minuman berbeda-beda, dan belum ada yang terbukti dapat diandalkan untuk menghentikan serangan sesak napas.
Jika sesak napas muncul akibat polusi atau asap, langkah yang lebih penting adalah menjauhi sumber pencemaran, mencari udara yang lebih bersih, dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Segera cari pertolongan medis darurat apabila sesak napas terjadi secara mendadak, semakin berat, disertai nyeri dada, bibir membiru, kebingungan, atau kesulitan berbicara karena kehabisan napas. Jangan menunda pertolongan dengan mencoba minuman herbal terlebih dahulu.
Minuman tersebut, jika dikonsumsi dengan aman, hanya dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dan bukan pengganti pemeriksaan maupun terapi medis untuk gangguan pernapasan.(YU)













