Jakarta – Paparan abu vulkanik bukan hanya mengganggu jarak pandang dan kualitas udara, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan, terutama sistem pernapasan. Keluhan yang muncul antara lain iritasi pada hidung dan tenggorokan, batuk, produksi dahak berlebih, hingga sesak napas.
Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa abu vulkanik dapat memperburuk sejumlah gangguan paru yang sudah dimiliki seseorang, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis kronis, serta penyakit paru lainnya.
Ketika saluran pernapasan mengalami iritasi, tubuh dapat menghasilkan lebih banyak lendir sebagai mekanisme perlindungan. Dalam kondisi tertentu, lendir atau dahak yang berlebihan bisa membuat tenggorokan terasa penuh dan tidak nyaman.
Selain menjaga kualitas udara dengan menggunakan masker yang sesuai serta menghindari paparan langsung, asupan makanan dan minuman tertentu dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan saluran pernapasan.
Berikut beberapa makanan yang dapat dikonsumsi ketika tenggorokan terasa dipenuhi lendir:
1. Jahe
Jahe dikenal sebagai salah satu rempah yang banyak digunakan untuk membantu memberikan rasa hangat pada tubuh. Kandungan senyawa bioaktif di dalamnya juga memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba.
Jahe dapat dikonsumsi sebagai campuran makanan atau minuman hangat. Sensasi hangat tersebut dapat membantu membuat tenggorokan terasa lebih nyaman ketika mengalami iritasi.
2. Cabai
Bagi orang yang tidak memiliki masalah dengan makanan pedas, cabai dapat menjadi salah satu pilihan. Kandungan capsaicin pada cabai dapat memberikan sensasi hangat dan berpotensi membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Namun, makanan pedas tidak cocok untuk semua orang. Pada sebagian orang, cabai justru dapat memperparah rasa tidak nyaman di tenggorokan atau memicu keluhan asam lambung.
3. Bawang putih
Bawang putih mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antimikroba. Karena itu, bahan makanan ini dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari untuk mendukung kesehatan tubuh.
Bawang putih dapat ditambahkan ke dalam berbagai masakan tanpa perlu dikonsumsi secara berlebihan atau mentah.
4. Nanas
Nanas mengandung bromelain, yaitu kelompok enzim yang secara alami terdapat pada buah tersebut. Bromelain telah banyak diteliti karena memiliki aktivitas antiinflamasi.
Mengonsumsi nanas sebagai bagian dari menu harian dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan asupan buah. Namun, nanas bukan obat khusus untuk menghilangkan lendir atau mengatasi gangguan pernapasan.
5. Salmon
Salmon merupakan sumber protein dan kaya akan asam lemak omega-3. Nutrisi tersebut dikenal memiliki peran dalam membantu mengatur respons peradangan di dalam tubuh.
Karena itu, salmon dapat menjadi pilihan makanan bergizi ketika tubuh membutuhkan asupan protein dan lemak sehat.
6. Kapulaga
Kapulaga tidak hanya digunakan sebagai penyedap masakan. Rempah ini juga mengandung berbagai senyawa tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.
Kapulaga dapat digunakan sebagai bumbu maupun campuran minuman hangat. Meski demikian, bukti bahwa kapulaga secara khusus mampu menghilangkan lendir di tenggorokan masih terbatas.
7. Bawang bombay
Bawang bombay mengandung berbagai senyawa tanaman dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Bahan ini juga mudah ditambahkan ke dalam sup, tumisan, atau makanan lainnya.
Untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat lendir, konsumsi makanan bergizi dan cukup cairan tetap menjadi hal penting.
Jangan Abaikan Gejala Berat
Makanan tidak dapat menggantikan penanganan medis, terutama jika keluhan muncul setelah terpapar abu vulkanik dalam jumlah banyak.
Jika mengalami sesak napas, nyeri atau rasa berat di dada, batuk yang semakin parah, atau keluhan pernapasan lainnya, sebaiknya segera mencari pertolongan medis. Orang yang memiliki asma atau penyakit paru kronis juga perlu lebih waspada karena paparan abu vulkanik dapat memperburuk kondisi tersebut.
Selain memperhatikan makanan, langkah utama untuk mengurangi dampak abu vulkanik adalah membatasi paparan, menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai, dan mengikuti anjuran kesehatan dari pihak berwenang.(BY)












