Jakarta – Seekor kucing betina kini memiliki jabatan yang cukup unik di Jepang. Bukan sekadar menjadi hewan peliharaan, kucing bernama Nakano-san tersebut dipercaya menjadi kepala stasiun di Stasiun Nakanocho, Kota Choshi, Prefektur Chiba.
Kehadiran Nakano-san menjadi daya tarik tersendiri bagi para penumpang maupun wisatawan. Bahkan, sejumlah penggemarnya sengaja datang ke stasiun untuk melihat langsung kucing yang kini menyandang status sebagai “kepala stasiun” itu.
Nakano-san merupakan bagian dari Choshi Electric Railway, jaringan kereta lokal yang melayani wilayah Choshi. Kucing betina yang kini berusia sekitar 11 bulan tersebut resmi menduduki posisi kepala stasiun pada 6 Mei 2026.
Sebelum mendapatkan jabatan tersebut, Nakano-san terlebih dahulu menjalani masa “magang” sejak Januari 2026.
Berawal dari Kucing Liar
Perjalanan Nakano-san hingga menjadi pejabat stasiun bermula pada Oktober 2025. Ketika itu, petugas menemukan seekor kucing dalam kondisi memprihatinkan di sekitar mesin penjual otomatis yang berada di luar stasiun.
Tubuhnya kurus dan kedua matanya tertutup akibat sakit flu. Melihat kondisinya, staf stasiun kemudian merawat kucing tersebut hingga kesehatannya berangsur membaik.
Setelah pulih, Nakano-san mulai terbiasa berinteraksi dengan manusia. Ia sempat tinggal bersama salah seorang anggota tim revitalisasi regional Kota Choshi sebelum akhirnya diperkenalkan sebagai “pegawai” di stasiun.
Pengangkatannya sebagai kepala stasiun bukan tanpa alasan. Choshi Electric Railway terinspirasi oleh kisah sejumlah kucing yang sebelumnya menjadi kepala stasiun di Kishi Station, Prefektur Wakayama. Kehadiran kucing-kucing tersebut terbukti mampu menarik perhatian wisatawan dan ikut mempromosikan daerah setempat.
Punya “Kantor” di Atas Rak Buku
Sebagai kepala stasiun, Nakano-san memiliki jadwal kerja yang cukup santai. Ia biasanya “bertugas” sekitar dua jam setiap akhir pekan.
Lokasi kerjanya pun tidak seperti kepala stasiun pada umumnya. Nakano-san lebih sering berada di atas rak buku di ruang tunggu Stasiun Nakanocho. Dari tempat tersebut, ia bisa mengawasi aktivitas penumpang yang datang dan pergi.
Ruang tunggu yang sama juga digunakan sebagai loket tiket. Karena itu, pengunjung yang datang tidak hanya bisa membeli tiket, tetapi juga berkesempatan bertemu langsung dengan sang kepala stasiun berbulu.
Popularitasnya membuat belasan penggemar rela berkumpul di tempat tersebut. Setiap kali Nakano-san mengeong, perhatian pengunjung langsung tertuju kepadanya dan kamera ponsel pun bermunculan untuk mengabadikan momen.
Ucapan “kawaii” atau “lucu” juga kerap terdengar dari para pengunjung yang gemas melihat tingkahnya.
Tak sedikit penggemar yang datang membawa hadiah. Makanan, mainan, hingga buku foto diberikan kepada Nakano-san. Popularitasnya bahkan merambah ke sektor penjualan suvenir.
Berbagai produk yang menampilkan gambar Nakano-san mulai diburu wisatawan, termasuk gantungan kunci dan makanan ringan.
Jadi Magnet Baru bagi Choshi
Fenomena Nakano-san menjadi angin segar bagi Choshi Electric Railway. Sebagai operator kereta lokal, perusahaan tersebut menghadapi persoalan yang juga dialami banyak jaringan kereta daerah di Jepang, yakni berkurangnya populasi di wilayah yang mereka layani.
Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap keberlangsungan operasional kereta lokal. Choshi Electric Railway bahkan beberapa kali berada dalam situasi yang mengancam keberlangsungan layanannya.
Kini, popularitas seekor kucing diharapkan dapat memberikan alasan tambahan bagi wisatawan untuk datang ke Choshi.
Remi Magami, staf yang bertanggung jawab terhadap Nakano-san, menilai kucing tersebut telah menjalankan perannya sebagai “petugas pelayanan” dengan baik.
“Dalam hal keramahtamahan, dia sudah melakukannya lebih dari sekadar cukup,” ujar Magami.
Magami juga berharap keberadaan Nakano-san dapat membuat semakin banyak orang tertarik mengunjungi Choshi.
Bagi sebagian orang, Nakano-san mungkin hanya kucing yang menghabiskan waktunya dengan tidur dan bermain. Namun bagi Choshi Electric Railway, sosok tersebut berpotensi menjadi daya tarik wisata yang membantu memperkenalkan Choshi sekaligus memberikan napas baru bagi perjalanan kereta lokal di wilayah tersebut.(BY)












