Pelajar SMK 3 Pariaman Tewas Terseret Arus, Ditemukan Tim SAR 3 Jam Kemudian

Seorang pelajar SMK 3 Pariaman, Farid (15), meninggal dunia setelah terseret arus.
Seorang pelajar SMK 3 Pariaman, Farid (15), meninggal dunia setelah terseret arus.

Pariaman – Seorang pelajar SMK 3 Pariaman, Farid (15), meninggal dunia setelah terseret arus saat mandi bersama sejumlah rekannya di Pantai Apar, Jalan Siti Manggopoh, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (7/8/2026).

Korban yang diketahui berasal dari Padang Alai, Kabupaten Padang Pariaman, dilaporkan hanyut sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Farid bersama teman-temannya mandi di pantai setelah pulang sekolah.

Beberapa saat kemudian, korban diduga terbawa arus laut hingga menghilang dari pandangan teman-temannya. Mereka kemudian meminta bantuan kepada warga yang berada di sekitar lokasi.

Warga bersama sejumlah unsur terkait langsung melakukan pencarian. Namun, hingga informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, korban belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menyebut pihaknya menerima laporan kejadian dari PMI Kota Pariaman pada pukul 17.15 WIB.

Baca Juga  Rebutan Wanita Picu Duel Berdarah di Cikarang, Satu Anak Punk Tewas dengan Lima Luka Tusuk

Menindaklanjuti laporan tersebut, delapan personel SAR Padang diberangkatkan ke lokasi untuk bergabung dalam operasi pencarian bersama tim SAR gabungan.

“Setelah menerima informasi, sebanyak delapan personel Kantor SAR Padang langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan bersama unsur SAR gabungan,” kata Abdul Malik, Jumat malam.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 18.02 WIB dan segera berkoordinasi dengan tim gabungan yang sebelumnya telah melakukan pencarian.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.08 WIB, korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada pukul 18.08 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Kota Pariaman untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Setelah korban dievakuasi, seluruh personel yang terlibat mengikuti proses debriefing pada pukul 18.25 WIB. Operasi pencarian kemudian diusulkan untuk dihentikan dan seluruh tim kembali ke satuannya masing-masing.

Baca Juga  Abrasi Sungai di Pariaman Terkikis 10 Meter, Warga Terdampak

Abdul Malik mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan perairan, terutama karena kondisi arus laut dapat berubah sewaktu-waktu.

Ia juga meminta orang tua dan pelajar untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan serta menghindari lokasi pantai yang memiliki potensi membahayakan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas, dan hindari mandi di lokasi yang berpotensi membahayakan,” katanya.(des*)