Mahasiswa Nyatakan Mosi Tidak Percaya ke Pemko Bukittinggi

Terjadi Saling Dorong Antara Polisi dan Mahasiswa
Terjadi Saling Dorong Antara Polisi dan Mahasiswa

Bukittinggi – Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bukittinggi, Rabu (29/7/2026), dengan membawa tuntutan agar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bukittinggi dicopot serta meminta Wali Kota Bukittinggi menyampaikan permintaan maaf.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Bukittinggi terhadap warga kampus Universitas Fort de Kock beberapa waktu sebelumnya.

Massa yang berasal dari Universitas Fort de Kock, UIN Syech Djamil Djambek, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menyampaikan tuntutan tersebut melalui orasi di depan gedung Balai Kota.

“Kami meminta Kasatpol PP dicopot dan Wali Kota Bukittinggi menyampaikan permintaan maaf,” ujar salah seorang orator aksi.

Baca Juga  Permainan Tradisional Minangkabau Diangkat di Alek Anak Nagari Bukittinggi 2026

Para mahasiswa tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB dan mendapat pengamanan dari personel Polresta Bukittinggi. Mereka kemudian menyampaikan aspirasi serta tuntutan di halaman depan Balai Kota.

Namun hingga pukul 17.45 WIB, belum ada perwakilan Pemerintah Kota Bukittinggi yang menemui massa. Situasi sempat memanas ketika mahasiswa berupaya masuk ke area Balai Kota dan terjadi aksi saling dorong dengan petugas kepolisian.

Koordinator aksi menyatakan mahasiswa Bukittinggi telah menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Pemerintah Kota Bukittinggi karena merasa tuntutan mereka dalam beberapa aksi sebelumnya belum mendapat tanggapan.

“Kami mahasiswa Bukittinggi menyatakan mosi tidak percaya kepada Pemko Bukittinggi. Beberapa kali kami melakukan aksi, tetapi tidak ada respons,” katanya.

Baca Juga  Sungai Keruh dan Tebing Runtuh, Aktivitas Wisata Terhenti

Sekitar pukul 18.21 WIB, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Meski demikian, mahasiswa menegaskan akan kembali melakukan aksi lanjutan untuk menyuarakan tuntutan mereka.(des*)