Sepeda Motor Tak Lagi Sekadar Alat Transportasi, Kini Jadi Penopang Mencari Nafkah

Ketika Motor Jadi Penopang Hidup, Tak Sekadar Alat Mobilitas.
Ketika Motor Jadi Penopang Hidup, Tak Sekadar Alat Mobilitas.

Jakarta – Sepeda motor kini tidak lagi sekadar menjadi sarana transportasi, tetapi telah berkembang menjadi kebutuhan penting bagi banyak masyarakat. Selain menunjang aktivitas harian, kendaraan roda dua juga menjadi alat untuk mencari nafkah.

Rino (32), warga Depok, Jawa Barat, mengaku motor memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupannya. Menurutnya, keberadaan sepeda motor saat ini sama pentingnya dengan kebutuhan pokok karena sangat membantu mobilitas sehari-hari.

Ia bercerita bahwa motor menjadi penopang utama ketika dirinya kehilangan pekerjaan. Dalam kondisi tersebut, Rino memilih tetap berusaha mencari penghasilan dengan menjalani berbagai pekerjaan, termasuk berdagang telepon seluler.

Untuk mendukung aktivitasnya, ia membeli Honda PCX 160 melalui fasilitas pembiayaan dari FIF Group. Menurutnya, sistem kredit membuat impiannya memiliki sepeda motor dapat terwujud meski kondisi keuangannya saat itu belum stabil.

Meski harus menghadapi kewajiban membayar cicilan setiap bulan, Rino mengaku tidak menyerah. Ia terus bekerja apa pun yang bisa menghasilkan pendapatan agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi sekaligus menjaga pembayaran angsuran tetap lancar.

Baca Juga  VinFast Tawarkan Skema Langganan Baterai, Harga Mobil Listrik Turun Signifikan

Pengalaman serupa juga dirasakan Fitria (31), seorang ibu rumah tangga asal Depok. Baginya, sepeda motor memiliki fungsi yang sangat penting bagi seluruh anggota keluarga.

Ia memanfaatkan motornya untuk mengantar anak ke sekolah, sementara sang suami menggunakannya sebagai sarana berangkat bekerja.

Fitria mengatakan dirinya membeli Honda BeAT Street melalui skema kredit selama tiga tahun di FIF Group. Menurutnya, sistem pembayaran secara angsuran membuat masyarakat lebih mudah memiliki kendaraan meski belum memiliki dana tunai yang cukup.

Namun, ia mengakui ada kalanya pembayaran cicilan terasa lebih berat, terutama ketika bertepatan dengan kebutuhan pendidikan anak, seperti saat memasuki tahun ajaran baru.

Meski demikian, Fitria berusaha memenuhi kewajiban tersebut tepat waktu. Jika kondisi keuangan sedang terbatas, ia memanfaatkan tabungan yang dimiliki atau menjual barang-barang yang masih memiliki nilai jual agar cicilan tetap terbayar.

FIF Group Catat Kinerja Positif

Di sisi bisnis, perusahaan pembiayaan FIF Group, yang merupakan anak usaha Astra, membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025.

Baca Juga  Pasar AS Dihantam Tarif, Jepang Cari Alternatif Ekspor Mobil

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2026 yang digelar pada April lalu, perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp4,63 triliun, meningkat sekitar 4,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp49,45 triliun, atau tumbuh 7,64 persen secara tahunan.

Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Finance (NPF) berada di level 0,20 persen, mencerminkan tingkat pembiayaan bermasalah yang masih rendah.(BY)