Jakarta – Peran bandara saat ini tidak lagi sekadar sebagai tempat singgah bagi penumpang. Seiring perkembangan zaman, banyak bandara yang justru menjadi daya tarik tersendiri berkat desain arsitekturnya yang unik dan estetis.
Berbagai bandara di dunia kini berlomba menghadirkan identitas khas melalui bangunan yang memukau. Tak sedikit di antaranya yang dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi lokasi favorit untuk berfoto dan dibagikan di media sosial.
Baru-baru ini, lembaga penghargaan arsitektur internasional Prix Versailles merilis daftar bandara dengan desain paling menarik untuk tahun 2026. Pengumuman tersebut disampaikan pada pertengahan Juni lalu.
Ajang ini memberikan apresiasi terhadap karya arsitektur kontemporer dari berbagai penjuru dunia. Dalam konteks bandara, desain modern dinilai mampu mengubah fungsi fasilitas tersebut menjadi lebih dari sekadar tempat transit.
Mengutip laporan CN Traveller, bandara-bandara yang masuk dalam daftar menunjukkan bagaimana terminal masa kini mampu menghadirkan karakter yang kuat sekaligus pengalaman ruang yang berkesan bagi pengunjung.
Sekretaris Jenderal Prix Versailles, Jerome Gouadain, menilai bahwa bandara modern kini telah berevolusi menjadi ruang inovatif yang tak lagi hanya berfungsi sebagai tempat persinggahan.
Ia menambahkan, perpaduan konsep arsitektur dan estetika menjadikan bandara sebagai ruang yang menarik untuk dinikmati, bukan hanya dilalui.
Berikut sejumlah bandara yang masuk dalam daftar tersebut:
Bandara Internasional Guangzhou Baiyun, Terminal 3 (China)
Terminal ini mengusung konsep yang terinspirasi dari unsur awan, air, dan bunga, selaras dengan julukan Guangzhou sebagai kota bunga. Desainnya dipengaruhi budaya Lingnan yang berkembang di wilayah tersebut, dengan sentuhan khas iklim subtropis.
Bandara Frankfurt, Terminal 3 (Jerman)
Dirancang oleh arsitek Christoph Mackler, terminal ini menampilkan instalasi seni yang tampak menggantung dari langit-langit. Konsep modular juga diterapkan, memungkinkan pengembangan ruang secara fleksibel.
Bandara Internasional Lokapriya Gopinath Bardoloi, Terminal 2 (India)
Desain terminal ini terinspirasi dari bunga anggrek bambu. Interiornya menampilkan lanskap yang memadukan unsur alam dengan struktur arsitektur menyerupai hutan, lengkap dengan bentuk yang mengikuti aliran Sungai Brahmaputra.
Bandara Internasional Navi Mumbai, Terminal 1 (India)
Kanopi terminal dirancang menyerupai bunga teratai yang mekar. Struktur ini menciptakan kesan artistik baik di bagian luar maupun dalam bangunan, ditambah dengan instalasi seni interaktif yang memperkaya pengalaman pengunjung.
Bandara Internasional Techo (Kamboja)
Bandara ini menampilkan desain atap bergelombang yang terinspirasi dari arsitektur tradisional Kamboja. Interiornya mengadopsi pola anyaman khas yang menyerupai bambu dan rotan, serta dihiasi tanaman hijau dan pohon rumduol sebagai identitas lokal.
Dengan berbagai inovasi tersebut, bandara kini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang menawarkan pengalaman visual dan budaya bagi para pelancong.(BY)












