6 Manfaat Teh Hitam bagi Tubuh, dari Jantung hingga Konsentrasi

Suka minum teh? Sepertinya kamu perlu mempertimbangkan minum teh hitam sebab ada segudang manfaat apalagi jika diminum setiap hari.
Suka minum teh? Sepertinya kamu perlu mempertimbangkan minum teh hitam sebab ada segudang manfaat apalagi jika diminum setiap hari.

JakartaTeh hitam bukan hanya populer sebagai minuman pendamping sarapan atau camilan. Jika dikonsumsi secara rutin dalam jumlah yang tepat, minuman ini juga dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Teh hitam berasal dari tanaman Camellia sinensis, sama seperti teh hijau, putih, dan oolong. Perbedaan utama di antara jenis-jenis teh tersebut terletak pada proses pengolahannya.

Pada teh hitam, daun teh mengalami proses oksidasi yang lebih panjang. Proses tersebut menghasilkan berbagai senyawa polifenol, termasuk theaflavin, yang memiliki sifat antioksidan.

Selain polifenol, teh hitam juga mengandung kafein dan L-theanine. Kombinasi kedua senyawa tersebut dapat membantu menjaga kewaspadaan dan mendukung kemampuan berkonsentrasi.

Mengutip UCLA Health, kebiasaan mengonsumsi teh hitam juga dikaitkan dengan sejumlah aspek kesehatan, seperti fungsi jantung, pengelolaan kadar gula darah, risiko stroke, dan kemampuan kognitif.

Namun, manfaat tersebut tidak berarti teh hitam boleh dikonsumsi tanpa batas. Kandungan kafeinnya perlu menjadi perhatian, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.

Sejumlah Potensi Manfaat

Berikut beberapa manfaat yang dikaitkan dengan konsumsi teh hitam:

1. Membantu menjaga kesehatan jantung

Senyawa flavonoid dan theaflavin dalam teh hitam diteliti memiliki kaitan dengan sejumlah faktor yang berhubungan dengan kesehatan jantung, termasuk kadar kolesterol dan risiko penyakit kardiovaskular.

2. Berkaitan dengan risiko stroke yang lebih rendah

Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi teh dan penurunan risiko stroke. Dalam salah satu penelitian yang dirujuk, orang yang mengonsumsi setidaknya dua cangkir teh setiap hari memiliki risiko stroke sekitar 16 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum teh.

Baca Juga  Waspadai Gejala Sinusitis, Kini Bisa Deteksi Dini dengan Teknologi Digital

3. Membantu mempertahankan konsentrasi

Kafein dalam teh hitam dapat meningkatkan kewaspadaan. Efek tersebut dapat didukung oleh L-theanine sehingga konsumsi teh berpotensi membantu seseorang tetap fokus. Meski demikian, kadar kafeinnya biasanya lebih rendah dibandingkan kopi.

4. Mendukung pengaturan gula darah

Teh hitam yang diminum tanpa pemanis berlebih berpotensi membantu tubuh mengelola kadar glukosa. Efek ini juga telah dikaji dalam kaitannya dengan respons gula darah setelah makan.

5. Berpotensi berkaitan dengan pencegahan kanker

Kandungan polifenol pada teh menjadi objek berbagai penelitian terkait risiko beberapa jenis kanker. Meski hasil penelitian cukup menjanjikan, bukti yang ada belum cukup untuk menjadikan teh hitam sebagai sarana pencegahan kanker.

6. Dikaitkan dengan angka kematian yang lebih rendah

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi minimal dua cangkir teh per hari berkaitan dengan risiko kematian dari berbagai penyebab yang sekitar 13 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi teh.

Jangan Berlebihan

Di balik berbagai potensi manfaatnya, konsumsi teh hitam tetap perlu dibatasi. Kandungan kafein dalam satu cangkir umumnya berada di kisaran 50-90 miligram, meskipun jumlah sebenarnya dapat berbeda tergantung jenis teh dan metode penyeduhan.

Pada orang dewasa sehat, konsumsi kafein secara keseluruhan sebaiknya tidak lebih dari 400 miligram per hari. Batas tersebut mencakup seluruh sumber kafein yang dikonsumsi, bukan hanya teh, tetapi juga kopi, minuman berkafein, makanan, maupun obat tertentu.

Baca Juga  Begini Cara Menyimpan Apel agar Tidak Cepat Layu

Asupan kafein yang terlalu tinggi dapat menimbulkan sejumlah efek seperti rasa gelisah, sulit tidur, atau tubuh terasa lebih tegang. Orang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein perlu lebih memperhatikan jumlah dan waktu minum teh.

Karena itu, teh hitam dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat selama dikonsumsi secara proporsional. Pilihan penyajian juga berpengaruh. Teh tanpa gula atau dengan sedikit pemanis tentu lebih baik bagi orang yang sedang membatasi asupan gula dan kalori dibandingkan teh dengan tambahan gula dalam jumlah besar.

Pada akhirnya, manfaat teh hitam sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola hidup secara keseluruhan. Konsumsi teh tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh terhadap makanan bergizi, aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.(BY)