ASI atau Susu Formula? Ini Panduan Pemberian yang Dianjurkan Ahli

Tak sedikit ibu yang belum tahu soal kapan susu formula boleh diberikan untuk si kecil.
Tak sedikit ibu yang belum tahu soal kapan susu formula boleh diberikan untuk si kecil.

Jakarta – Banyak orang tua, khususnya ibu, masih kerap mempertanyakan waktu yang tepat untuk mulai memberikan susu formula kepada anak. Pertanyaan ini muncul seiring kebutuhan nutrisi anak yang terus berkembang pada setiap tahap usia.

Guru Besar FKUI sekaligus dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial, Prof. Rini Sekartini, menjelaskan bahwa susu formula dapat mulai diperkenalkan sebagai pilihan pendamping ketika anak sudah berusia lebih dari satu tahun.

“Pada prinsipnya, jika memang diperlukan, susu formula boleh diberikan setelah anak berusia di atas satu tahun. Namun jika ibu masih memberikan ASI, itu tetap sangat baik dan boleh dilanjutkan,” ujar Rini dalam acara peluncuran produk susu formula AceKid di Jakarta Pusat, Minggu (7/6).

Baca Juga  Cara Mudah Membuat Ayam Goreng Bawang Putih, Lengkap dengan Tips Renyahnya

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pada enam bulan pertama kehidupan, bayi harus mendapatkan ASI eksklusif sebagai sumber utama nutrisi. Susu formula baru dapat menjadi alternatif apabila asupan ASI mulai berkurang atau tidak mencukupi kebutuhan anak.

“Jika kebutuhan ASI menurun dan MPASI sudah diberikan, maka pemberian susu formula sebagai pelengkap tidak menjadi masalah,” tambahnya.

Selain itu, MPASI idealnya mulai diperkenalkan ketika bayi berusia enam bulan, karena pada tahap tersebut sistem pencernaan anak sudah mulai berkembang dan siap menerima makanan selain ASI. Kebutuhan nutrisi bayi juga tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari ASI saja.

Rini juga menekankan pentingnya peran susu dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kandungan protein di dalam susu dinilai lebih mudah diserap tubuh dibandingkan sumber protein lainnya.

Baca Juga  Minyak Kemiri, Ramuan Tradisional yang Bikin Tubuh Sehat dan Awet Muda

“Protein dari susu itu lebih lengkap dan lebih mudah dimanfaatkan oleh tubuh,” jelasnya.

Susu sendiri mengandung berbagai makronutrien dan mikronutrien yang berperan penting, mulai dari sumber energi, pembentukan jaringan otot, mendukung perkembangan otak, hingga memperkuat daya tahan tubuh anak.(BY)