Batusangkar — Pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana agar aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat kembali berjalan normal.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan jembatan darurat jenis Bailey oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk menggantikan sementara Jembatan Titian Putiah di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar. Jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir dan tanah longsor.
Jembatan darurat ini dibangun untuk memulihkan kembali akses transportasi di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengatakan jembatan Bailey dengan panjang sekitar 23 meter akan segera dipasang sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.
“Karena ini merupakan jalur provinsi yang menghubungkan Tanah Datar dan Sijunjung, maka sebagai solusi sementara akan dibangun jembatan Bailey dengan bentang kurang lebih 23 meter,” ujar Eka Putra saat meninjau lokasi, Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumbar telah menyiapkan anggaran melalui dana TKD untuk pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut.
Saat ini, Jembatan Titian Putiah telah ditutup total karena kondisinya tidak lagi memungkinkan dilalui kendaraan. Arus lalu lintas dari arah Lintau maupun Sijunjung dialihkan melalui jalur Pasar Tigo Jangko–Koto Panjang–Kumanih.
“Mohon masyarakat dapat bersabar. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Kami juga menunggu kedatangan jembatan Bailey yang segera akan dipasang,” katanya.
Eka Putra juga mengapresiasi dukungan masyarakat sekitar, khususnya warga yang telah merelakan lahannya untuk kebutuhan pembangunan akses jalan tanpa meminta ganti rugi.
“Alhamdulillah, lahan yang dibutuhkan sudah diserahkan oleh masyarakat, baik untuk jembatan darurat maupun rencana jembatan permanen ke depan. Kami sangat berterima kasih atas dukungan tersebut,” tutupnya.(des*)












