Sumbar  

Pemulihan Sawah di Sumbar Capai 62 Persen, Pemerintah Genjot Tanam Serentak

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ikut turun langsung menanam padi.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ikut turun langsung menanam padi.

Lubuk BasungPemerintah terus mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana sekaligus mengantisipasi ancaman kekeringan melalui Gerakan Tanam Serentak seluas 50.000 hektare yang digelar secara nasional, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung melakukan penanaman padi dalam kegiatan yang dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (30/4/2026).

Program nasional ini dilaksanakan serentak di 25 provinsi sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan, terutama menghadapi potensi musim kering dalam beberapa bulan ke depan.

Mahyeldi menyampaikan bahwa Sumbar termasuk daerah yang cukup terdampak bencana hidrometeorologi. Ribuan hektare sawah mengalami kerusakan, namun proses rehabilitasi dan percepatan tanam terus berjalan bersama pemerintah pusat.

“Di Sumatera Barat, lahan terdampak mencapai sekitar 7.000 hektare. Untuk kategori ringan dan sedang kurang lebih 3.902 hektare. Alhamdulillah, rehabilitasi sudah sekitar 62 persen dan hampir 50 persen sudah kembali ditanami,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan pentingnya percepatan tanam di lahan yang sudah pulih agar tidak kembali terbengkalai dan produksi pangan tetap terjaga.

Baca Juga  Kebutuhan Pangan Aman, Sumbar Siapkan Skema Penanaman Cepat

“Lahan yang sudah diperbaiki harus segera ditanami kembali supaya ketersediaan beras tetap aman,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan dengan memetakan wilayah rawan agar musim tanam tidak terganggu. Arahan dari Kementerian Pertanian juga terus ditindaklanjuti agar produksi pangan tetap stabil hingga masa panen.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya percepatan penanaman pada lahan yang sudah siap.

Ia menjelaskan, dari total 50.000 hektare lahan yang ditargetkan, terdiri atas 5.000 hektare Cetak Sawah Rakyat, 43.000 hektare Optimasi Lahan, serta lahan terdampak bencana yang telah direhabilitasi di Sumbar.

“Lahan yang sudah siap harus segera ditanami. Jangan dibiarkan terlalu lama karena bisa kembali ditumbuhi semak dan menurunkan produktivitas,” tegasnya.

Menurutnya, percepatan tanam menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjaga produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Di sisi lain, Bupati Agam, Benni Warlis, mengungkapkan bahwa pemulihan sawah terdampak bencana di wilayahnya masih menghadapi tantangan, terutama potensi longsor susulan.

Baca Juga  Tren Hijab Bisa Jadi Peluang Usaha Menjanjikan di Tengah Pandemi

Dari sekitar 1.700 hektare lahan terdampak, sebagian sudah mulai kembali ditanami dan kini berusia sekitar satu bulan. Proses pemulihan dilakukan melalui pola padat karya dengan bantuan yang langsung disalurkan ke rekening kelompok tani tanpa perantara.

“Dana bantuan langsung masuk ke kelompok tani, dan mereka mengelola sendiri, termasuk penyewaan alat. Jadi manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Namun demikian, ancaman sedimentasi dari perbukitan saat hujan lebat masih menjadi kekhawatiran karena dapat kembali menimbun sawah yang sudah diperbaiki. Untuk itu, Pemkab Agam mengusulkan penambahan alat berat seperti ekskavator mini agar penanganan bisa lebih cepat dan kerusakan tidak meluas kembali.(des*)