Kuliner Legendaris Bukittinggi, Gon Raya Lamo Tawarkan Cita Rasa Khas Minang

Rumah Makan Gonraya Lamo di kawasan Stasiun Lambuang atau di depan Hotel Demen.
Rumah Makan Gonraya Lamo di kawasan Stasiun Lambuang atau di depan Hotel Demen.

Bukittinggi – Kota Bukittinggi memang selalu menjadi magnet bagi para pecinta kuliner khas Nusantara. Salah satu tempat makan yang cukup legendaris dan wajib dikunjungi saat berada di kota wisata ini adalah Rumah Makan Gon Raya Lamo.

Sebagai salah satu rumah makan tertua sekaligus terbesar di Bukittinggi, Gon Raya Lamo kini terus berkembang dengan membuka cabang baru di pusat kota. Lokasinya berada di kawasan Stasiun Lambuang, tepat di seberang Hotel Demen, sehingga lebih mudah dijangkau oleh pengunjung.

Cabang terbaru ini menghadirkan suasana yang lebih nyaman dengan area yang luas dan tertata rapi. Tempat ini cocok untuk makan bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja. Selain itu, pengunjung tetap disuguhi berbagai hidangan khas Minangkabau yang dikenal kaya rempah dan cita rasa.

Dari banyaknya menu yang tersedia, dendeng bakar menjadi salah satu hidangan yang paling banyak diminati. Berbeda dari dendeng pada umumnya, menu ini diolah dengan cara dibakar terlebih dahulu, lalu disajikan dengan sambal lado mudo atau cabai hijau yang pedas segar.

Seorang kreator konten kuliner, Herlina Basri, yang sempat berkunjung, mengaku terkesan dengan rasa dendeng bakar tersebut. Menurutnya, perpaduan rasa gurih, pedas, serta aroma asap dari proses pembakaran membuat hidangan ini semakin nikmat. Teksturnya juga renyah di bagian luar namun tetap empuk di dalam.

Baca Juga  Arus Lancar, Polres Padangpanjang Terapkan Kebijakan One Way di Jalur Padang-Bukittinggi

“Rasanya gurih, pedasnya pas, dan ada aroma bakar yang khas. Bagian luarnya garing tapi tidak keras,” ungkapnya saat mencicipi hidangan tersebut.

Selain dendeng bakar, menu gulai cancang ayam juga menjadi favorit pengunjung. Jika biasanya cancang menggunakan daging sapi atau kambing, di rumah makan ini justru memakai ayam sebagai bahan utama. Kuahnya kental dengan bumbu kari khas Bukittinggi yang pekat dan kaya rempah.

Inovasi ini dinilai lebih ringan dan cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati gulai tanpa khawatir asupan kolesterol berlebih.

“Bumbunya terasa pas, tetap ada aroma kari yang kuat. Ternyata ini ayam, jadi lebih aman dan tetap enak,” ujar Herlina setelah mencicipinya.

Tak kalah menarik, menu asam padeh daging juga menjadi salah satu andalan. Hidangan ini memiliki kuah kental dengan rasa asam, pedas, dan gurih yang berpadu sempurna, serta potongan daging sapi yang empuk dan meresap bumbu.

Untuk melengkapi santapan, pengunjung juga bisa mencoba gado-gado khas Minang yang berisi sayuran segar, mi kuning, serta siraman saus kacang manis gurih yang menambah kenikmatan.

Baca Juga  5 Tempat Sarapan Legendaris di Pasar Cihapit Bandung

Bagi masyarakat setempat, Rumah Makan Gon Raya Lamo bukan sekadar tempat makan, tetapi juga menyimpan nilai nostalgia. Usaha kuliner ini telah berdiri cukup lama, berawal dari sebuah kedai kecil di kawasan Pasar Bawah, kemudian berkembang hingga membuka cabang di jalur Bypass, dan kini hadir lebih dekat di pusat kota.

Herlina turut mengenang masa lalu rumah makan tersebut yang sederhana namun sudah populer sejak dulu. Ia menyebut pernah membeli nasi dengan lauk telur di sana saat masih sekolah dengan harga yang sangat terjangkau.

Rumah Makan Gon Raya Lamo sendiri buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga malam hari. Dengan pilihan menu autentik Minang serta suasana yang lebih modern dan nyaman, tempat ini tetap menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Kota Bukittinggi.(des*)