Pariaman – Sebanyak 12 putra-putri terbaik dari Kota Pariaman mengikuti tahap seleksi psikotes untuk mendapatkan beasiswa penuh di Universitas Nasional PASIM Bandung melalui jalur Pemberdayaan Umat Berkelanjutan (PUB).
Program ini menjadi bagian dari upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Pelaksanaan tes yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Pariaman ini digelar di laboratorium komputer SMPN 2 Kota Pariaman dan turut dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, pada Minggu (19/4/2026).
Mulyadi menjelaskan bahwa seluruh proses seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan tim dari Universitas Nasional PASIM Bandung. Setelah tahap psikotes, pihak kampus juga akan melakukan kunjungan langsung ke rumah peserta untuk menilai kondisi sosial, motivasi belajar, serta meminta persetujuan orang tua.
Ia menegaskan bahwa jalur PUB merupakan program beasiswa penuh yang sejalan dengan program unggulan Pemko Pariaman, yaitu Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) Plus.
“Beasiswa ini mencakup seluruh biaya pendidikan hingga selesai kuliah, termasuk uang saku bagi mahasiswa yang lolos. Karena itu seleksinya sangat ketat dan tidak ada campur tangan dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penerima beasiswa diharapkan memiliki semangat juang tinggi, mengingat standar akademik yang diterapkan cukup ketat, di mana mahasiswa dengan IPK di bawah 3 dapat berisiko tidak melanjutkan studi.
Selain bekerja sama dengan Universitas Nasional PASIM Bandung, Pemko Pariaman juga telah menjalin kemitraan dengan 18 perguruan tinggi lain, baik di Sumatera Barat maupun luar daerah. Bahkan, saat ini pemerintah kota juga tengah merintis kerja sama dengan kampus luar negeri, salah satunya di Malaysia.
“Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Kami berharap 12 peserta yang mengikuti seleksi ini dapat memberikan hasil terbaik dan kelak mampu meningkatkan taraf hidup keluarga mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Disdikpora Kota Pariaman, Hertati Taher, didampingi Sekretaris Disdikpora Yurnal, menyampaikan bahwa para peserta yang mengikuti psikotes merupakan hasil seleksi administrasi dan tes daring sebelumnya.
Dari 31 pendaftar awal, hanya 13 orang yang lolos ke tahap psikotes, namun satu peserta tidak hadir sehingga tersisa 12 orang yang mengikuti ujian.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi murni dilakukan oleh pihak Universitas Nasional PASIM Bandung, sementara Pemko Pariaman hanya berperan sebagai fasilitator dan penyampai informasi kepada masyarakat.
Program beasiswa ini menjadi salah satu yang paling diminati karena menawarkan fasilitas lengkap, mulai dari pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), asrama, uang saku bulanan, peminjaman perangkat penunjang kuliah, hingga peluang penyaluran kerja setelah lulus.
Pendaftaran program Saga Saja Plus masih dibuka hingga 23 April 2026. Calon peserta yang dinyatakan lolos administrasi merupakan warga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hasil seleksi akan diumumkan pada akhir April, dan peserta yang lolos dapat melanjutkan ke tahap pendaftaran di perguruan tinggi masing-masing dengan jadwal tes yang disesuaikan.
“Tahun ini tidak ada jalur mandiri yang difasilitasi, hanya jalur reguler. Kesempatan yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin, karena beasiswa dari pusat terbatas. Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tutupnya.(des*)












