Agam  

Medan Sulit Hambat Pemadaman Kebakaran Hutan Agam

Ilustrasi
Ilustrasi

Lubukbasung – Kebakaran hutan pinus di kawasan Bukik Gunuang AmehJorong Bukik ApikNagari Padang TarokKecamatan BasoKabupaten AgamSumatera Barat, terus meluas hingga mencakup sekitar tujuh hektare. Hingga Selasa (2/9), tim gabungan masih berjuang keras memadamkan api yang kian membesar.

“Kebakaran pertama kali terpantau pada Jumat (29/8) dan hingga hari ini sudah meluas menjadi sekitar tujuh hektare,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda, di Lubuk Basung, Selasa.

Ia menjelaskan, proses pemadaman melibatkan tim gabungan dari BPBD Agam, TNIPolriPolisi KehutananSatpol PP dan Damkar, pemerintah kecamatan, nagariOrari Lokal Bukittinggi, hingga masyarakat setempat. Namun, medan yang sulit dijangkau serta minimnya sumber air membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

Baca Juga  Pemkab Agam Catat Kenaikan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1447 H

“Lokasi yang terjal dan jauh dari akses air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman,” ungkapnya.

Menurut Ichwan, saat ini pemadaman dilakukan secara manual, dengan dukungan bak penampung air yang telah dipasang sebagai alternatif. Kebakaran diduga dipicu oleh kemarau panjang yang membuat hutan pinus sangat rentan terbakar dan api mudah menjalar ke area lain.

“Laporan dari pemerintah nagari kami terima pada Minggu malam (31/8). Sejak itu, Satgas bersama tim Damkar langsung digerakkan ke lokasi,” tambahnya.

Baca Juga  Israel Dilanda Kebakaran Hebat, Jalan Utama Ditutup dan Ribuan Dievakuasi

Ia memastikan, koordinasi terus dilakukan antara BPBD, pemerintah kecamatan, dan nagari untuk mempercepat penanganan kebakaran tersebut.(des*)