Pasbar  

BBM Subsidi Menipis, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Pasbar

Personel Polsek Pasaman Polres Pasaman Barat saat melakukan pengamanan di SPBU
Personel Polsek Pasaman Polres Pasaman Barat saat melakukan pengamanan di SPBU

Pasaman Barat Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengingatkan seluruh pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) agar hanya melayani pengisian BBM subsidi sesuai dengan barcode yang terdaftar pada nomor polisi kendaraan masing-masing.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menegaskan bahwa satu barcode hanya diperuntukkan bagi satu kendaraan yang telah terdaftar secara resmi. Namun, di lapangan masih ditemukan praktik penyalahgunaan di mana sejumlah pengendara menggunakan barcode milik kendaraan lain, yang jelas melanggar ketentuan.

“Kami tegaskan kepada pengelola SPBU agar tidak mengisi BBM subsidi jika barcode yang digunakan tidak sesuai dengan kendaraan yang bersangkutan,” ujar AKBP Agung.

Baca Juga  Pertamina Pertimbangkan Penyesuaian Harga BBM Akibat Gejolak Global

Sementara itu, Kapolsek Pasaman, AKP Zulfikar, menyampaikan bahwa aparat kepolisian terus melakukan pengawasan di sejumlah SPBU, terutama di lokasi-lokasi yang rawan terjadi antrean panjang dan kemacetan. Untuk menjaga kelancaran distribusi, personel dari Polsek Pasaman bersama Satlantas Polres Pasaman Barat turut disiagakan.

Pihak SPBU sendiri mengungkapkan bahwa pasokan BBM subsidi seperti biosolar mengalami penurunan, dari sebelumnya 24 ton menjadi sekitar 16 ton per hari. Kondisi ini menyebabkan ketersediaan BBM cepat habis dan menimbulkan antrean panjang.

Mengantisipasi potensi gesekan antar pengguna jalan, AKP Zulfikar mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban saat mengantre demi kenyamanan dan keamanan bersama.(des*)