Jakarta, fativa.id – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menutup Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Jumat (15/11/2024). Dalam pidatonya, ia menyerukan penguatan sinergi antarinstansi untuk memberantas mafia tanah yang terus merugikan masyarakat.
Wamen Ossy menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dan kerja sama lintas sektoral. “Kita hilangkan ego sektoral, tingkatkan koordinasi. Jika sinergi ini kuat, mafia tanah akan berpikir dua kali untuk merusak,” ujarnya. Ia juga meminta para Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) untuk menjalin kedekatan dengan aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Tinggi dan Kepolisian.
Rakor ini diharapkan menjadi landasan langkah nyata dalam menumpas mafia tanah, terutama pada 2025. “Kita harus cerdas membaca modus operandi mereka yang terus berkembang. Satgas Anti-Mafia Tanah harus lebih lincah menghadapi tantangan ini,” tambahnya.
Wamen Ossy mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Pertahanan akan memperkuat upaya pemberantasan mafia tanah. “Ini adalah kekuatan besar yang harus dimanfaatkan untuk melindungi rakyat, terutama mereka yang lemah secara hukum dan ekonomi,” tegasnya.
Selama acara, penghargaan berupa pin emas dan piagam diberikan kepada 97 individu dan lembaga yang berkontribusi dalam pencegahan tindak pidana pertanahan. Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid secara langsung menyerahkan penghargaan tersebut saat pembukaan Rakor sehari sebelumnya.
Ketua Satgas Anti-Mafia Tanah, Arif Rachman, melaporkan capaian tim dalam menyelamatkan aset negara dan masyarakat. Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Iljas Tedjo dan Staf Khusus Bidang Pemberantasan Mafia Tanah Widodo turut hadir, bersama sejumlah pejabat lainnya.
Wamen Ossy menutup sambutannya dengan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, menegaskan bahwa sinergi yang terjalin akan semakin memperkuat kepercayaan antarinstansi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (LS/FA)












