Longsor di Kampar, Arus Lalu Lintas Terhambat Sistem Buka Tutup

Longsor
Longsor

Pekanbaru – Jalan lintas Riau-Sumatera Barat di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar kembali mengalami longsor akibat hujan deras, sehingga diberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yohanis Tulak Todingrara, menyatakan pada Jumat bahwa longsor yang terjadi pada Kamis (12/9) telah memperluas kerusakan jalan, menyebabkan ruas jalan semakin menyempit.

“Ya, area longsor bertambah, membuat jalan yang ada semakin sempit,” ujarnya.

Baca Juga  Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumatera Masih Dalam Pendataan

Sebagai langkah antisipasi, sistem buka tutup lalu lintas diterapkan, terutama untuk kendaraan berat, guna mengurangi kemacetan di jalur tersebut.

“Untuk mengatasi kemacetan, sistem buka tutup diterapkan kembali,” tambahnya.

BPJN sebelumnya telah memasang jembatan sementara jenis “bailey” yang terbuat dari baja portabel, untuk memulihkan arus lalu lintas selama proses perbaikan jalan berlangsung.

“Jembatan bailey sudah dipasang dan saat ini sudah bisa dilalui,” katanya.

Baca Juga  Gibran Rakabuming Pantau Evakuasi Korban Longsor di Desa Pasirlangu

Setelah perbaikan jalan selesai, jembatan bailey ini akan dibongkar.

“Jembatan ini hanya bersifat sementara dan akan dibongkar setelah perbaikan jalan rampung,” tutupnya.(des)