Padang Pariaman akan Tingkatkan Vaksinasi Covid-19

Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, saat bertatap muka dengan masyarakat di Koto Bangko, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Garinggiang, Sabtu (11/9). (ist)

Padang Pariaman – Terkait masalah corona, Kementerian Dalam Negeri beberapa hari lalu menyatakan bahwa Kabupaten Padang Pariaman telah berada di PPKM level-2. Menurut Bupati Suhatri Bur, untuk lebih baik, maka Padang Pariaman harus meningkatkan program vaksinasinya. 

Suhatri Bur menyampaikan hal itu ketika menghadiri acara penyerahan satu unit mobil ambulan, bantuan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk Yayasan Amanat Bangsa di Masjid Jabalrahmah, Koto Bangko, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Garinggiang, Sabtu (11/9).

Bupati mengatakan, naiknya level PPKM Padang Pariaman, itu seiring dengan menurunnya tingkat penyebaran virus corona di daerah tersebut yang dalam beberapa pekan terakhir hanya satu digit perhari. Bahkan ada yang nol. 

Menurut Bupati Suhatri Bur, terjadinya penurunan tingkat sebaran virus tersebut, itu juga tidak terlpeas dari kesadaran masyarakat melaksanakan protokol kesehatan. Dimana masyarakat semakin sadar pentingnya memakai masker dan mencuci tangan dalam memutus rantai penyebaran virus corona tersebut. 

Sekarang, ulas Suhatri Bur, untuk bisa lebih baik, masyarakat harus mengikuti program vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah. “Vaksi itu sangat baik untuk melindungi diri dari Covid,” ujarnya. 

Baca Juga  Padang Pariaman Komitmen Sebagai KLA Dengan Target Raih Predikat Nindya

Apa yang disampaikan Suhatri Bur, dibenarkan John Kenedy Azis, Anggota DPR-RI yang Sabtu itu menyerahkan mobil ambulan untuk Yayasan Amanat Bangsa di Koto Bangko. “Saya sudah empat kali divaksin. Dua kali di Amerika,” ujarnya. 

Dia mengatakan, vaksin itu sangat baik buat melindungi diri dari Covid. Dengan ikut vaksin, imun tubuh akan lebih kuat menangkal virus. Jadi, tidaklah benar, virus covid dapat mematikan. 

Politisi Partai Golkar asal Sungai Garingiang itu juga meminta masyarakat supaya mengikuti program vaksinasi. “Bapak-bapak, mande-mande, sanak, saudara ambo yang ado di Koto Bangko harus percaya bahwa virus itu benr-benar ada. Tidak hanya mewabah di Indonesia, tapi hampir di seluruh belahan dunia,” katanya. 

Di hadapan masyarakat, John Kenedy Azis juga mengungkapkan banyak temannya yang meninggal karena Covid. Bahkan ada anggota keluarga isterinya yang suami-isteri meninggal karena virus tersebut. “Mereka, antara suami dan isteri, meninggal dengan jarak waktu cuma 45 menit,” terangnya. 

Baca Juga  Ada Sekolah Tinggi Ilmu Beruk di Sumbar, Ajarkan Kera Ilmu Petik Kelapa

“Jadi, saya benar-benar takut dengan virus corona. Sekarang, kemana-mana saya selalu pakai masker. Maaf, karena tidak ingin tertular atau menularkan, saya terpaksa menghindari bersalaman dengan dunsanak ambo sekalian,” ujarnya. 

“Saya percaya, saudara-saudara ambo di Koto Bangko, semuanya sehat. Yang saya tidak yakin itu, diri saya. Saya baru saja dari sarangnya. Jadi, saya tidak ingin karena saya masyarakat di Koto Bangko terpapar virus,” ulasnya.

Ajakan serupa juga disampaikan Ketua Dewan Kehormatan DPD-RI, H. Leonardy Harmaini, yang juga hadir pada acara penyerahan ambulan tersebut. Menurutnya, masyarakat harus percaya pemerintah. “Ikutilah vaksinasi,” katanya. 

“Mudah-mudahan, kasus corona ini segera berlalu dan masyarakat bisa kembali beraktivas seperti biasa. Begitu pula anak-anak, juga bisa kembali belajar di kelas,” harap Leonardy. (mus)