Padang Pariaman Terima Bantuan Usaha Rp564 Juta Jadi Napas Baru untuk Ekonomi Korban Bencana

BUKITTTINGGI, fativa.id – Bencana boleh memukul usaha warga, tetapi roda ekonomi tak boleh ikut mati. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengucurkan bantuan usaha senilai Rp564 juta untuk 188 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Padang Pariaman, sebagai amunisi untuk menghidupkan kembali usaha dan pendapatan keluarga yang terdampak bencana.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Asisten I Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat Ahmad Zakri, S.H., M.Si., mewakili Gubernur Sumatera Barat, kepada Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, S.E., M.M., di sela kegiatan Sosialisasi Langkah Strategis Penanggulangan Kemiskinan Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Rabu (30/9/2026).

Warga masyarakat yang kehilangan atau terganggu sumber penghasilan akibat bencana, bantuan ini diharapkan menjadi titik awal untuk bangkit.

Pemerintah mendorong dana tersebut digunakan sebagai modal produktif agar usaha kembali bergerak, pendapatan keluarga pulih, dan ketergantungan terhadap bantuan dapat ditekan secara bertahap.

Baca Juga  Evaluasi Ekonomi Global, LPS Sesuaikan Bunga Penjaminan Hingga September 2025

Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar, khususnya Gubernur Sumatera Barat, atas perhatian tersebut.

Dia menegaskan bantuan itu memiliki arti penting bagi warga yang sedang berjuang mengembalikan kehidupan ekonomi setelah diterjang bencana.

“Bantuan ini jangan berhenti sebagai bantuan sesaat. Jadikan sebagai modal untuk bangkit, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memulihkan kehidupan setelah bencana,” ujar Rahmat.

Tak hanya Padang Pariaman, bantuan pemulihan ekonomi juga menyasar masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Kota Pariaman, dan Kota Padang Panjang.

Pemkab Padang Pariaman memastikan koordinasi dengan Pemprov Sumbar terus diperkuat agar bantuan tidak berhenti pada penyaluran, tetapi benar-benar menghasilkan pemulihan ekonomi di tingkat masyarakat.

Baca Juga  Sumbar Dorong Pemulihan Ekonomi Tanah Datar Lewat Perbaikan Sektor Pertanian

Kini tantangannya berada di tangan penerima manfaat: mengubah bantuan menjadi usaha yang kembali berdenyut.

Sebab, pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak. Tetapi juga mengembalikan penghasilan. Menjaga dapur tetap mengepul. Memastikan keluarga korban bencana mampu berdiri dengan kekuatan ekonominya sendiri.(ssc)