67 Peselancar Buka Bisnis Baru di Pantai Tiram Padang Pariaman

Padang Pariaman – Pantai Tiram tak lagi sekadar bicara ombak. Sebanyak 67 peselancar dari Padang Pariaman, Sumatera Barat dan luar daerah turun dalam agenda “Padang Pariaman Surfing Championship 2026”, di Tiram Tapakih, Sabtu (26/9/2026).

Kejuaraan yang berlangsung dua hari itu menjadi kompetisi surfing pertama di Padang Pariaman sekaligus membuka peluang baru menggerakkan ekonomi wisata pesisir.

Dengan garis pantai sekitar 60 kilometer, Padang Pariaman memiliki modal alam yang besar untuk mengembangkan wisata bahari berbasis olahraga.

Surfing dapat menjadi magnet baru yang bukan hanya mendatangkan atlet dan komunitas. Tetapi juga berpotensi menggerakkan usaha kuliner, penginapan, transportasi, jasa wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pantai.

Ombak kini mulai dipandang sebagai aset ekonomi. Pembina PSOI Padang Pariaman Didit Supriadi menyebut kualitas ombak daerah tersebut tidak kalah dengan kabupaten dan kota lain di Indonesia.

Potensi itu, katanya, harus dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak atlet sekaligus mendukung pengembangan pariwisata daerah.

Baca Juga  Irigasi Duku I Rusak Berat, 250 Hektare Sawah Jadi Tadah Hujan

Bupati John Kenedy Azis menyambut dukungan terhadap kejuaraan tersebut sebagai langkah awal memajukan daerah melalui olahraga ombak.

Kehadiran peserta dari luar Padang Pariaman juga menunjukkan kawasan pesisir mulai memiliki daya tarik bagi komunitas surfing di luar daerah.

Jika dikelola berkelanjutan, kompetisi bisa menjadi pintu masuk wisatawan datang berulang. Setiap kedatangan peserta dan pengunjung membuka peluang perputaran ekonomi di sekitar destinasi, mulai dari konsumsi, akomodasi hingga jasa lokal.

Event surfing tidak hanya dapat ditempatkan sebagai agenda olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari strategi memperkenalkan destinasi pesisir.

Ketua PSOI Sumatera Barat Hary Algamar mengapresiasi dukungan dan fasilitasi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Dukungan pemerintah dinilai penting untuk membangun perkembangan olahraga surfing sekaligus membuka ruang agar potensi ombak dapat terhubung dengan pengembangan pariwisata daerah.

Padang Pariaman Surfing Championship 2026 akhirnya membawa taruhan yang lebih besar dari sekadar siapa yang menjadi juara. Pantai Tiram sedang diuji sebagai magnet baru wisata bahari.

Baca Juga  1.000 Mangrove Ditanam, TNI Tantang Ancaman Abrasi di Padang Pariaman

Dengan garis pantai yang panjang, potensi ombak dan dukungan pemerintah, tantangannya kini bagaimana momentum kompetisi diubah menjadi kunjungan wisata, aktivitas usaha masyarakat dan perputaran ekonomi yang berkelanjutan.

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Sekda Padang Pariaman Hendra Aswara, kepala OPD, camat, wali nagari, niniak mamak dan tokoh masyarakat.(tansri)