Padang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat penerapan program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman bagi peserta didik.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Penilaian Lomba Sekolah Sehat Berstratifikasi UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong satuan pendidikan meningkatkan kualitas pengelolaan kesehatan sekolah.
Sebanyak 25 lembaga pendidikan mengikuti perlombaan tersebut. Pesertanya berasal dari berbagai jenjang, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK)/Raudhatul Athfal (RA), Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Padang, Zul Asfi Lubis, mengatakan lomba tersebut bertujuan mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang penilaian antarsekolah, tetapi juga diharapkan dapat membangun kesadaran warga sekolah untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Penilaian ini juga sebagai bagian upaya berkelanjutan dalam memperkuat pelaksanaan program UKS/M di seluruh satuan pendidikan. Serta memotivasi sekolah-sekolah dalam menanamkan kebiasaan bersih dan sehat,” kata Zul Asfi Lubis.
Ia menjelaskan, penilaian dilakukan melalui beberapa tahapan. Proses diawali dengan pemeriksaan dokumen dan kelengkapan administrasi yang disampaikan oleh masing-masing peserta.
Sekolah yang dinyatakan lolos kemudian mengikuti tahap ekspose untuk memaparkan program unggulan sekolah. Tahapan tersebut berlangsung pada 1-3 September 2026 di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang.
Setelah ekspose, proses dilanjutkan dengan verifikasi lapangan. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang disampaikan sekolah dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Verifikasi lapangan dilaksanakan pada 8-11 September 2026 terhadap 15 sekolah. Peserta yang masuk tahap tersebut terdiri dari lima sekolah jenjang TK/RA, lima SD/MI, dan lima SMP/MTs.
Dalam melakukan penilaian, tim evaluator melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan UKS. Di antaranya pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah yang sehat, serta manajemen dan tata kelola UKS/M.
“Dari total 15 sekolah yang dinilai, tim akan menyeleksi sekolah terbaik dari setiap jenjang pendidikan untuk melangkah mewakili Kota Padang ke tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Zul Asfi berharap lomba tersebut memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan UKS/M di sekolah. Ia ingin program kesehatan sekolah tidak berhenti pada kegiatan perlombaan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Kami berharap lomba ini tidak hanya sebatas penilaian, tetapi benar-benar berjalan dan memberi manfaat,” tuturnya.
Sementara itu, anggota tim pelaksana lomba, Ernita, menyampaikan bahwa terdapat 25 sekolah yang mendaftarkan diri pada kompetisi tahun ini. Rinciannya terdiri atas enam TK/RA, 10 SD/MI, dan sembilan SMP/MTs.
Dari jumlah tersebut, 15 sekolah berhasil lolos ke tahapan ekspose dan verifikasi lapangan.
Untuk kategori TK/RA, sekolah yang mengikuti tahap lanjutan adalah RA Ikhlas, TK Kemala Bhayangkari 4, TK Mariana, TK Negeri Pembina, dan TK Semen Padang.
Sementara itu, kategori SD/MI diwakili SDN 03 Alai, SDN 15 Padang Sarai, SDN 20 Indarung, SDN 27 Anak Air, serta SD Islam Al Azhar 32.
Untuk kategori SMP/MTs, peserta yang masuk tahap lanjutan yakni SMPN 8 Padang, SMPN 11 Padang, SMPN 25 Padang, SMP Pembangunan Laboratorium UNP, dan SMP Semen Padang.
Ernita menambahkan, proses penilaian melibatkan tim dari sejumlah instansi. Tim tersebut terdiri dari unsur Bagian Kesra, Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Dinas Kesehatan Kota Padang.
Kolaborasi lintas sektor tersebut bertugas melakukan evaluasi sekaligus menentukan sekolah terbaik dari masing-masing jenjang pendidikan. Sekolah terpilih nantinya akan membawa nama Kota Padang untuk mengikuti penilaian pada tingkat provinsi dan selanjutnya tingkat nasional.
“Semoga sekolah-sekolah yang terpilih memiliki tata kelola UKS paling optimal sehingga mampu menjadi percontohan pelaksanaan program kesehatan sekolah di Kota Padang,” kata Ernita.(des*)












