Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Unit pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dikenai penghentian sementara setelah muncul dugaan kasus keracunan yang dialami ratusan penerima makanan.
Keputusan itu diambil setelah jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG terus bertambah. Kasus tersebut turut terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pengelola Pondok Pesantren Manbaul Hikam untuk menangani persoalan tersebut.
BGN juga melakukan pemeriksaan internal dan investigasi bersama instansi kesehatan guna mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para penerima makanan.
“Investigasi kami lakukan bersama dinas kesehatan terkait. Setelah itu, kami memberikan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Tanggulangin, Kalitengah,” ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Selain menghentikan sementara operasional SPPG, BGN juga mengusulkan pergantian kepala satuan pelayanan tersebut. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan layanan makanan bergizi gratis.
Ketut menegaskan bahwa perhatian utama pemerintah saat ini adalah kondisi kesehatan para korban. Penanganan medis menjadi prioritas sembari proses investigasi untuk mengungkap sumber persoalan terus dilakukan.
“Fokus kami sekarang adalah menyelamatkan dan memastikan kondisi kesehatan anak-anak yang sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit,” katanya.
Jumlah Korban Capai 566 Orang
Kasus dugaan keracunan makanan MBG di Sidoarjo mengalami peningkatan jumlah korban. Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (2/9/2026), sebanyak 566 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang berasal dari SPPG Kalitengah.
Jumlah tersebut bertambah 35 orang dibandingkan catatan sebelumnya yang mencapai 531 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, membenarkan adanya penambahan jumlah korban.
“Dari 531 kemudian bertambah 35, jadi kurang lebih 566 orang,” ujar Lakhsmie.
Keluhan kesehatan tidak hanya dialami oleh para santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin.
Sejumlah siswa dari 19 lembaga pendidikan lainnya di kawasan Tanggulangin juga dilaporkan mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi menu MBG yang sama pada Selasa (1/9/2026).
Dengan jumlah korban yang terus bertambah, pemerintah daerah bersama BGN kini melakukan penanganan dan penelusuran secara intensif. Investigasi diharapkan dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap standar penyediaan makanan dalam program MBG.(BY)












