Padang – Pemerintah Kota Padang terus mendorong kolaborasi bersama masyarakat, termasuk warga yang berada di perantauan, dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan. Salah satunya terlihat dalam pembangunan kembali Musala An Nur di Batang Kabung RT 03 RW 02, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, yang diresmikan pada Minggu (30/8/2026).
Peresmian musala tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran. Dalam kegiatan itu, ia didampingi Plt Kabag Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, serta Lurah Batang Kabung Ganting Okimi Oktobery.
Bagi masyarakat setempat, peresmian tersebut menjadi momen penuh rasa syukur. Musala An Nur sebelumnya mengalami kerusakan parah hingga bangunannya hancur dan terbawa arus saat banjir bandang melanda kawasan tersebut pada November 2025.
Setelah bencana, warga bersama para perantau bergotong royong membangun kembali musala di atas lahan wakaf. Pembangunan tersebut dibiayai melalui infak dan sedekah masyarakat serta dukungan dari warga Batang Kabung Ganting yang berada di perantauan.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam pembangunan kembali rumah ibadah tersebut. Menurutnya, kepedulian masyarakat di kampung halaman maupun perantauan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kembali fasilitas keagamaan yang sempat rusak akibat bencana.
Ia juga mendoakan agar setiap sumbangan berupa infak maupun wakaf yang diberikan masyarakat mendapat keberkahan dan balasan pahala dari Allah SWT.
Selain sebagai tempat ibadah, Fadly berharap Musala An Nur dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif. Musala tersebut diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, membangun karakter, sekaligus menjadi tempat berlangsungnya aktivitas sosial dan kemasyarakatan.
Fadly turut mengajak pengurus musala mengintegrasikan berbagai kegiatan dengan program unggulan Pemko Padang, Smart Surau. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pendidikan adab dan karakter generasi muda Minangkabau yang berpegang pada nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Selain menjadi sarana ibadah, Musala An Nur diharapkan menjadi tempat belajar bagi anak-anak sekaligus pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk mendukung Program Smart Surau,” katanya.
Sementara itu, perwakilan pengurus Musala An Nur, Ramli Edison, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat selama proses pembangunan.
Ia menjelaskan, pembangunan kembali musala berlangsung sekitar tujuh bulan. Pengerjaan dimulai pada pertengahan Januari 2026 dan selesai pada Juli 2026. Total dana yang digunakan untuk pembangunan mencapai sekitar Rp467 juta.
Ramli juga menyampaikan apresiasi kepada ahli waris yang telah mewakafkan tanah milik orang tua mereka serta masyarakat yang memberikan infak untuk pembangunan musala.
Kini, Musala An Nur kembali dapat digunakan oleh masyarakat Batang Kabung Ganting. Kehadiran bangunan tersebut bukan hanya menyediakan tempat ibadah yang lebih layak, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong warga setelah kawasan tersebut dilanda bencana.(def*)












