Pikap Terguling Usai Tabrak Motor

Kecelakaan maut mengakibatkan suami istri pengendara motor tewas usai adu banteng
Kecelakaan maut mengakibatkan suami istri pengendara motor tewas usai adu banteng

JakartaKecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil pikap dan sepeda motor terjadi di Jalan Raya Pakah–Soko, Desa Banjaragung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan pasangan suami istri yang mengendarai sepeda motor meninggal dunia.

Kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi pikap mengambil jalur berlawanan ketika hendak mendahului kendaraan di depannya. Manuver tersebut dilakukan ketika kondisi pandangan tidak cukup aman.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Ipda Rizky Dwi P, menjelaskan kecelakaan bermula ketika mobil pikap bernomor polisi L 8076 BW yang dikemudikan Nur Wahyu Hidayat, warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, melaju dari timur menuju barat.

Saat berada di lokasi kejadian, Nur Wahyu mencoba menyalip kendaraan yang berada di depannya dengan mengambil lajur kanan. Pada waktu yang sama, sepeda motor bernomor polisi S 5176 IZ datang dari arah berlawanan, yakni barat menuju timur.

Baca Juga  Pohon Kedondong Tumbang Timpa Pikap di Pidie, 7 Orang Meninggal Dunia

Sepeda motor tersebut dikendarai Krisna Ika Saputra dengan membonceng istrinya, Setiawati. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat dan pandangan pengemudi pikap diduga terhalang, tabrakan frontal pun tidak dapat dihindari.

Benturan keras membuat mobil pikap kehilangan kendali hingga akhirnya terguling di sisi jalan.

“Pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraannya dengan wajar dan berjalan di lajur kanan, sehingga mengalami kecelakaan lalu lintas dengan sepeda motor yang dikendarai Bapak Krisna berpenumpang Ibu Setiawati,” ujar Ipda Rizky, Minggu (30/8/2026).

Krisna mengalami cedera parah pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Setiawati sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan ia meninggal saat menjalani perawatan medis.

Pengemudi pikap, Nur Wahyu Hidayat, juga mengalami luka berat. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Bojonegoro untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Baca Juga  Terseret Ombak di Pantai Carita, Pria 54 Tahun Asal Bogor Belum Ditemukan

“Akibat tabrakan tersebut, kendaraan pikap terguling. Bapak Krisna meninggal dunia di TKP, sementara Ibu Setiawati dan pengemudi pikap atas nama Nur Wahyu dirujuk ke rumah sakit,” kata Ipda Rizky.

Setelah menerima laporan kecelakaan, personel Satlantas Polres Tuban mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara. Polisi juga mengamankan kedua kendaraan yang terlibat serta meminta keterangan dari sejumlah saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan.(des*)