Jakarta – Telur termasuk bahan makanan yang mudah diolah dan kerap menjadi pilihan untuk menu sehari-hari. Tidak jarang, telur atau makanan berbahan dasar telur masih tersisa setelah makan. Dalam kondisi tersebut, makanan biasanya disimpan untuk disantap kembali.
Pertanyaannya, apakah telur yang sudah matang aman dipanaskan ulang?
Pada dasarnya, telur matang maupun makanan yang menggunakan telur dapat dipanaskan kembali. Namun, keamanan proses tersebut sangat dipengaruhi oleh cara makanan disimpan setelah dimasak. Selain itu, telur perlu dipanaskan secara menyeluruh sebelum dikonsumsi kembali.
Pemanasan ulang memang tidak serta-merta membuat telur menjadi berbahaya. Akan tetapi, kualitas makanan bisa mengalami perubahan. Pemanasan terlalu lama atau berulang dapat membuat telur kehilangan kelembapannya sehingga teksturnya menjadi lebih keras, kering, atau bahkan kenyal.
Dari aspek gizi, proses memasak memang dapat memengaruhi sejumlah nutrisi dalam makanan. Namun, informasi mengenai dampak spesifik pemanasan ulang terhadap kandungan gizi telur matang masih belum banyak diteliti.
Penyimpanan Menjadi Kunci
Sebelum memikirkan cara memanaskan telur, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana makanan tersebut disimpan. Telur matang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Mengutip VNExpress, telur perlu dimasak sampai matang untuk membantu mengurangi kemungkinan kontaminasi bakteri, termasuk Salmonella. Setelah selesai dimasak, telur atau makanan berbahan telur sebaiknya dipindahkan ke wadah yang dangkal agar proses pendinginannya berlangsung lebih cepat.
Selanjutnya, makanan dapat disimpan di dalam lemari pendingin dengan suhu maksimal 4 derajat Celsius. Telur matang dan berbagai olahan telur dianjurkan dikonsumsi dalam rentang tiga sampai empat hari setelah disimpan.
Ketika hendak dimakan kembali, telur sebaiknya dipanaskan hingga suhu bagian dalam mencapai kurang lebih 74 derajat Celsius. Suhu tersebut membantu menekan risiko penyakit yang disebabkan oleh makanan.
Cara Memanaskan Telur Sesuai Jenis Olahan
Metode pemanasan ulang tidak bisa disamakan untuk semua jenis telur. Cara yang tepat dapat membantu menjaga rasa sekaligus tekstur makanan.
1. Telur orak-arik
Untuk telur orak-arik, microwave dapat menjadi pilihan praktis. Panaskan selama 20–30 detik, kemudian keluarkan dan aduk agar panas menyebar secara merata. Jika belum cukup hangat, ulangi proses tersebut secara bertahap.
2. Omelet dan quiche
Omelet maupun quiche bisa dipanaskan menggunakan oven. Letakkan makanan di wadah yang aman untuk digunakan dalam oven, kemudian panaskan pada suhu sekitar 176 derajat Celsius selama 15–20 menit.
Jika makanan masih dalam kondisi beku, waktu pemanasan dapat ditambah hingga sekitar 25–30 menit agar bagian dalamnya ikut panas secara merata.
3. Telur rebus
Telur rebus perlu mendapat perhatian khusus. Hindari memasukkannya secara utuh ke dalam microwave karena uap dapat terperangkap di dalam telur dan meningkatkan tekanan, sehingga telur berpotensi pecah atau meledak.
Alternatif yang lebih aman adalah menempatkan telur rebus di dalam mangkuk tahan panas, lalu menuangkan air panas hingga telur terendam. Biarkan selama kurang lebih 10 menit sebelum disantap.
4. Telur ceplok
Telur ceplok dapat dihangatkan kembali menggunakan wajan. Berikan sedikit minyak atau mentega, kemudian panaskan telur selama sekitar 2–5 menit. Tidak perlu membalik telur selama proses pemanasan.
5. Telur poached
Telur poached dapat dimasukkan secara perlahan ke dalam air yang berada pada kondisi mendidih kecil atau simmer. Cukup panaskan sekitar 1–2 menit, kemudian angkat dengan hati-hati.
6. Telur mata sapi
Untuk telur mata sapi, gunakan piring yang telah dipanaskan dan tambahkan sedikit minyak. Telur kemudian dapat dihangatkan dalam microwave selama kurang lebih 30 detik. Setelah dikeluarkan, diamkan sekitar satu menit sebelum dikonsumsi.
Pada akhirnya, telur matang dapat dipanaskan kembali selama proses penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar. Selain memperhatikan suhu, hindari pemanasan berlebihan agar tekstur dan cita rasa telur tetap terjaga.(BY)












