Buang Ampas Kopi ke Kloset Bisa Rusak Septic Tank

Ampas kopi untuk bersihkan toilet sedang tren. Namun metode ini sebenarnya tidak disarankan. Kenapa?
Ampas kopi untuk bersihkan toilet sedang tren. Namun metode ini sebenarnya tidak disarankan. Kenapa?

Jakarta – Ampas kopi belakangan menjadi salah satu bahan yang ramai dibicarakan sebagai cara alternatif untuk mengurangi bau tidak sedap di toilet. Namun, penggunaan ampas kopi ternyata perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan dengan cara membuangnya langsung ke dalam kloset.

Selama ini, biji maupun ampas kopi memang kerap ditempatkan dalam wadah di kamar mandi karena dipercaya dapat membantu menyamarkan aroma kurang sedap. Belakangan muncul tren baru, yakni memasukkan ampas kopi ke dalam toilet kemudian menyiramnya bersama air.

Tren tersebut disebut mulai populer di Jerman sebelum kemudian menyebar ke sejumlah negara Eropa hingga Amerika Serikat.

Ampas kopi dipercaya dapat membantu mengurangi bau karena kandungan nitrogen di dalamnya. Selain itu, ada pula praktik mencampurkan ampas kopi dengan bahan seperti baking soda dan cuka untuk membantu membersihkan permukaan kloset.

Meski terdengar praktis, cara tersebut tidak berarti aman untuk sistem pembuangan. Penggunaan ampas kopi sebaiknya dilakukan dengan menempatkannya dalam wadah di sekitar toilet, bukan membuangnya melalui saluran kloset.

Berikut sejumlah alasan ampas kopi sebaiknya tidak disiram ke toilet:

Baca Juga  Mi Instan dan Nasi, Kombinasi Lezat yang Tak Disarankan

1. Sulit Larut dalam Air

Berbeda dengan tisu toilet yang memang dirancang agar lebih mudah terurai dalam sistem pembuangan, ampas kopi memiliki tekstur padat dan tidak mudah larut.

Jika terus-menerus dibuang melalui kloset, sisa ampas dapat tertinggal di dalam saluran. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelancaran aliran air.

2. Berpotensi Membentuk Endapan

Ampas kopi juga dapat saling menempel ketika berada di dalam saluran yang lembap. Lama-kelamaan, material tersebut dapat membentuk gumpalan yang semakin sulit dialirkan keluar.

Endapan tersebut juga berpotensi menangkap kotoran lain, termasuk minyak dan lemak yang berada di dalam sistem perpipaan. Jika dibiarkan, tumpukan material dapat semakin besar dan meningkatkan kemungkinan terjadinya penyumbatan.

3. Mengganggu Saluran Pembuangan

Penyumbatan yang terjadi berulang kali dapat menyebabkan sistem perpipaan bekerja tidak optimal. Jika endapan sudah terlalu banyak, masalahnya bukan hanya saluran mampet, tetapi juga dapat berkembang menjadi gangguan pada sistem pembuangan.

Perbaikan pipa atau pembongkaran bagian saluran tentunya dapat membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga  7 Kepribadian yang Sering Tidak Membalas Pesan Anda

4. Tidak Baik untuk Septic Tank

Risiko lainnya perlu diperhatikan oleh pemilik rumah yang menggunakan septic tank. Ampas kopi yang masuk secara terus-menerus dapat mengganggu proses penguraian limbah di dalam tangki.

Akumulasi material tersebut berpotensi membuat sistem pengolahan limbah bekerja kurang optimal. Pada akhirnya, pemilik rumah mungkin harus melakukan perawatan atau penyedotan septic tank lebih sering, yang tentu membutuhkan biaya tambahan.

Karena itu, jika ingin memanfaatkan aroma kopi untuk membantu mengurangi bau di kamar mandi, ampas atau biji kopi lebih aman ditempatkan dalam wadah terbuka di area toilet. Hindari membuangnya langsung ke dalam kloset agar tidak menimbulkan masalah pada saluran pembuangan.(BY)