Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan ketersediaan cadangan pangan nasional berada dalam kondisi aman, tidak hanya untuk beras tetapi juga berbagai komoditas strategis lainnya. Langkah penguatan stok tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
Amran menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif sejak jauh hari dengan berkaca pada pengalaman menghadapi fenomena El Nino pada 2023. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi bekal penting agar pasokan pangan tetap terjaga di tengah potensi gangguan cuaca.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, cadangan beras pemerintah yang tersimpan di Perum Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton per 8 Juli 2026. Sementara itu, cadangan pangan milik pemerintah daerah juga terus diperkuat, dengan stok di tingkat provinsi mencapai sekitar 7,34 ribu ton hingga akhir Juni, sedangkan di tingkat kabupaten dan kota mencapai 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.
Untuk komoditas jagung pakan, pemerintah masih memiliki stok sekitar 188 ribu ton. Persediaan tersebut dimanfaatkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna membantu peternak unggas memperoleh jagung dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, cadangan minyak goreng tercatat sekitar 1,1 ribu kiloliter dan gula konsumsi mencapai kurang lebih 2,79 ribu ton yang dikelola oleh Bulog dan ID Food. Sementara stok daging ayam yang tersedia di ID Food masih mencapai 38 ton.
Adapun untuk komoditas yang memiliki daya simpan lebih pendek, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, Bapanas meyakini pasokannya tetap aman. Kebutuhan masyarakat diperkirakan dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri yang berlangsung secara berkelanjutan, seiring kondisi produksi yang masih mencatat surplus dibandingkan tingkat konsumsi tahunan.(BY)












