BYD Buka Suara Soal Antrean Kontainer, Ungkap Penyebab dan Solusi

Penjelasan BYD soal Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok: Ternyata Isinya Bukan Mobil.
Penjelasan BYD soal Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok: Ternyata Isinya Bukan Mobil.

JakartaPT BYD Motor Indonesia memberikan klarifikasi terkait isu penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Perusahaan menegaskan bahwa jumlah kontainer miliknya hanya mencakup sebagian kecil dari total ribuan kontainer yang mengalami antrean di pelabuhan tersebut.

Melalui pernyataan resminya, pihak BYD menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, kontribusi kontainer milik BYD terhadap kondisi penumpukan tersebut relatif kecil dibandingkan keseluruhan volume.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini tidak lepas dari berbagai faktor yang bersifat operasional dan logistik, yang melibatkan banyak pihak. Beberapa di antaranya adalah tingginya frekuensi kedatangan barang dalam waktu bersamaan, adanya hari libur nasional, kepadatan distribusi, serta penyesuaian kapasitas angkutan oleh perusahaan logistik akibat kenaikan harga bahan bakar.

Baca Juga  ATTO 1 Laris Manis, BYD Kian Kokoh di Pasar Kendaraan Listrik Nasional

Meski demikian, BYD menyatakan telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses distribusi. Sejak awal Juni, perusahaan juga telah menjalankan sejumlah langkah percepatan yang diklaim mulai menunjukkan perkembangan positif.

Upaya tersebut meliputi penambahan armada logistik serta penyediaan lokasi penampungan sementara di sekitar area pelabuhan guna mempercepat proses pengeluaran kontainer. Saat ini, sebagian besar kontainer yang sebelumnya tertahan disebut telah berhasil dipindahkan.

Luther menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam keterlambatan distribusi tersebut. Menurutnya, biaya tambahan akibat penumpukan di pelabuhan justru lebih tinggi dibandingkan biaya logistik normal, sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan untuk menahan proses pengeluaran.

Baca Juga  Dominasi Baru, BYD Ungguli Tesla di Eropa untuk Pertama Kalinya

Ia juga memastikan bahwa kontainer yang dimaksud tidak berisi kendaraan utuh, melainkan komponen produksi dan suku cadang yang digunakan untuk proses perakitan.

BYD menyatakan akan terus memantau proses pemindahan kontainer hingga seluruhnya dapat terselesaikan dalam waktu dekat.(BY)