Sumbar  

Didukung Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Bukukan Pertumbuhan Kinerja Signifikan

Jalan Tol Padang - Pekanbaru ruas Padang - Sicincin.
Jalan Tol Padang - Pekanbaru ruas Padang - Sicincin.

PadangPT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja yang menggembirakan pada awal tahun 2026. Perusahaan BUMN di sektor konstruksi ini berhasil meraih laba bersih konsolidas

Angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp269 miliar, atau mencapai 172,49 persen dari sasaran.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari penerapan disiplin dalam pengendalian biaya serta penguatan pada lini usaha pengelolaan jalan tol, meskipun kondisi pasar global tengah menghadapi berbagai tantangan. Hal ini turut dibahas dalam Rapat Koordinasi Bulanan yang digelar pada 21 April 2026 di Jakarta sebagai ajang evaluasi sekaligus penyusunan arah strategi perusahaan ke depan.

Kontribusi laba perusahaan didominasi oleh dua sektor utama. Unit pengelolaan jalan tol menyumbang Earning After Tax (EAT) sebesar Rp333 miliar, sementara anak usaha PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) memberikan kontribusi Rp167 miliar. Hasil ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp448 miliar, serta jauh melampaui target RKAP triwulan I 2026.

Dari sisi keuangan, kondisi perusahaan juga semakin solid. Total aset konsolidasi tercatat sebesar Rp189,84 triliun, sedangkan ekuitas meningkat 2,31 persen secara tahunan menjadi Rp141,64 triliun. Di sisi lain, total utang berhasil ditekan hingga 15,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya, melanjutkan tren penurunan liabilitas. Sementara itu, nilai kontrak atau order book mencapai Rp36,37 triliun, yang sebagian besar berasal dari proyek pemerintah.

Baca Juga  Kecelakaan Truk Menutup Ruas Jalan Lubukbasung-Bukittinggi

Pendapatan perusahaan pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,67 triliun atau sekitar 82,11 persen dari target RKAP. Meski demikian, perusahaan tetap menerapkan prinsip selektivitas dalam memilih proyek, dengan fokus pada pekerjaan yang memiliki nilai strategis tinggi.

Hutama Karya menilai capaian ini sebagai pijakan awal yang harus dijaga kualitasnya, dengan menekankan pertumbuhan yang terukur dibandingkan sekadar ekspansi besar-besaran.

Dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), progres terus menunjukkan perkembangan. Hingga akhir triwulan I 2026, total panjang jalan tol yang telah terbangun mencapai 1.108 kilometer, dengan tambahan 10,1 kilometer pada periode tersebut.

Sejumlah ruas tol yang saat ini masih dalam tahap konstruksi antara lain Betung–Jambi, Rengat–Pekanbaru, dan Palembang–Betung. Perusahaan juga terus meningkatkan pengelolaan jalan tol yang telah beroperasi dengan dukungan pemerintah, termasuk dalam hal peningkatan layanan kepada pengguna.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyampaikan bahwa kinerja pada awal tahun ini menjadi bukti ketahanan perusahaan dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang kian kompleks, seperti fluktuasi harga komoditas, pergerakan nilai tukar, hingga potensi perlambatan ekonomi dunia.

Baca Juga  Meski Dana Masih Banyak, Limit TKD Sumatera Tak Akan Dikurangi

Ia menegaskan bahwa pengelolaan infrastruktur yang dilakukan dengan disiplin keuangan mampu menjadi investasi yang tangguh di tengah ketidakpastian global.

Untuk menjaga kinerja sepanjang 2026, manajemen menetapkan empat fokus utama. Pertama, memperkuat pengendalian biaya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi pasar global. Kedua, mengoptimalkan penggunaan energi di seluruh lini kerja. Ketiga, memastikan setiap keputusan bisnis dilakukan secara cermat dan terukur guna menjaga kualitas aset. Keempat, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan agar mampu bersaing di industri BUMN karya.

Perusahaan menegaskan bahwa hasil positif di awal tahun ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kinerja dan tata kelola, demi menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.(des*)