Sumbar  

Rp455 Miliar untuk Pertanian Sumbar, Irigasi hingga Benih Jadi Fokus Pemulihan

Ilustrasi.
Ilustrasi.

PadangPemerintah pusat menyalurkan dana sekitar Rp455 miliar untuk mendukung pemulihan sektor pertanian di Provinsi Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Anggaran tersebut difokuskan untuk memperbaiki lahan pertanian yang rusak sekaligus membangun kembali infrastruktur pendukungnya.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, menyampaikan bahwa bantuan anggaran ini menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan sektor pertanian di daerah.

“Dana ini tidak hanya diperuntukkan bagi rehabilitasi sawah, tetapi juga mencakup perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, serta penyaluran bantuan benih untuk berbagai komoditas,” ujar Afniwirman di Kota Padang, Jumat (17/4/2026).

Berdasarkan data pemerintah provinsi, kerusakan lahan pertanian akibat bencana di Sumbar cukup luas. Ribuan hektare sawah terdampak dengan tingkat kerusakan yang beragam, mulai dari ringan hingga parah, bahkan sebagian lahan dilaporkan hilang.

Baca Juga  Gempa Dangkal Akibat Subduksi Guncang Bengkulu dan Sumbar

Menurut Afniwirman, proses pemulihan tidak bisa dilakukan secara cepat. Selain membersihkan material yang menimbun sawah, rehabilitasi juga mencakup normalisasi endapan, perbaikan saluran irigasi, hingga pemulihan kualitas tanah agar kembali produktif.

“Di beberapa lokasi, kondisinya cukup berat karena sawah tertutup material tebal dan jaringan irigasi juga mengalami kerusakan. Penanganannya harus bertahap dan memerlukan ketelitian teknis,” jelasnya.

Selain pekerjaan teknis, proses rehabilitasi juga harus melalui tahapan administrasi, seperti pendataan lahan terdampak, penetapan penerima bantuan petani, hingga penyusunan rencana teknis dan pencairan anggaran.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa percepatan tetap dilakukan dengan tetap menjaga akuntabilitas. Saat ini, beberapa program rehabilitasi sudah memasuki tahap kontrak dan pencairan dana di sejumlah wilayah.

Afniwirman juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk mempercepat pemulihan. Pendampingan kepada kelompok tani terus diperkuat agar pelaksanaan di lapangan berjalan lebih efektif.

Baca Juga  Pemulihan Infrastruktur Jalan dan Listrik Sumbar Capai Tahap Akhir

“Harapannya, lahan yang terdampak bisa segera kembali produktif dan ditanami, sehingga produksi pertanian tidak terganggu dalam jangka panjang,” tambahnya.

Dengan dukungan anggaran besar tersebut, pemerintah berharap pemulihan sektor pertanian di Sumbar dapat berjalan optimal serta memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.(des*)