Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) mempresentasikan laporan kinerja keuangan tahun buku 2025 sekaligus rencana pengembangan bisnis Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di hadapan Badan Pengelola (BP) BUMN. Hasil yang dipaparkan menunjukkan capaian yang positif dan mendapat tanggapan apresiatif.
Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, serta dihadiri oleh jajaran direksi Hutama Karya.
Pertemuan ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penyelarasan strategi antara BP BUMN sebagai pembina dan Hutama Karya sebagai perusahaan infrastruktur yang mengerjakan proyek strategis nasional.
Dalam presentasinya, Hutama Karya mengungkapkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan audit, perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,09 triliun atau meningkat 11,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi posisi keuangan, total aset konsolidasi perusahaan mencapai Rp189,10 triliun hingga akhir Desember 2025.
Ekuitas juga mengalami kenaikan sebesar 2,3 persen menjadi Rp141,18 triliun. Sementara itu, utang berbunga berhasil ditekan sebesar 15,9 persen menjadi Rp29,99 triliun dari Rp35,66 triliun pada 2024. Penurunan juga terjadi pada beban keuangan yang turun 24,5 persen, dari Rp1,64 triliun menjadi Rp1,24 triliun, mencerminkan pengelolaan keuangan yang semakin efisien.
Di sisi lain, segmen operasional jalan tol menunjukkan performa yang kian kuat dan menjadi penyumbang pertumbuhan tercepat bagi perusahaan. Hal ini menandakan pergeseran bisnis Hutama Karya dari kontraktor proyek menjadi perusahaan konsesi dengan pendapatan berulang yang lebih stabil.
Menanggapi hal tersebut, Dony Oskaria menyampaikan apresiasinya atas capaian Hutama Karya. Ia juga mendorong agar perusahaan terus menjaga bahkan meningkatkan kinerja serta tata kelola bisnis ke depannya.
Terkait pengembangan JTTS, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pengelolaan jalan tol di wilayah Sumatera. Langkah ini bertujuan memperkuat portofolio konsesi sebagai aset jangka panjang yang bernilai tinggi.
Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan kualitas layanan pada ruas tol yang telah beroperasi, serta pengembangan berbagai fitur guna mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat di Sumatera.
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyatakan bahwa pertemuan dengan BP BUMN merupakan bagian dari proses penyelarasan strategi yang rutin dilakukan. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan dijalankan dengan mempertimbangkan manajemen risiko yang matang.
“Pertumbuhan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga kualitas. Laba meningkat, utang menurun, dan ekuitas menguat. Kami berkomitmen menjaga tren positif ini sebagai dasar keberlanjutan perusahaan,” ujarnya.
Sejalan dengan arahan BP BUMN, Hutama Karya juga akan melakukan penataan ulang bisnis anak perusahaan secara bertahap. Langkah ini diharapkan dapat memastikan setiap entitas memberikan kontribusi optimal terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan, sekaligus mendukung transformasi menuju perusahaan infrastruktur yang lebih fokus dan efisien.(des*)












