Teddy Indra Wijaya Dorong Kolaborasi Nasional Tangani Bencana di Sumatra

Seskab Teddy Indra Wijaya.
Seskab Teddy Indra Wijaya.

Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersatu dalam menghadapi bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menekankan pentingnya kebersamaan serta penyebaran semangat positif bagi para korban bencana.

Teddy menyampaikan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi dan kekompakan dari semua pihak. Menurutnya, dukungan moral dan optimisme memiliki peran penting bagi masyarakat yang terdampak agar tetap kuat menghadapi situasi sulit.

Ia mengajak semua pihak yang memiliki niat membantu untuk terlibat secara aktif, tidak hanya melalui bantuan fisik, tetapi juga dengan memberikan semangat, empati, dan rasa aman kepada warga. Teddy menilai sikap saling menjaga dan mendukung akan mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak.

Pemerintah Bergerak Sejak Hari Pertama

Teddy juga menanggapi anggapan bahwa respons pemerintah berjalan lambat. Ia menegaskan bahwa sejak akhir November 2025, ketika hujan lebat mulai mengguyur sejumlah wilayah di Sumatra, pemerintah pusat telah langsung mengambil langkah koordinasi penanganan bencana.

Ia menjelaskan bahwa intensitas hujan tertinggi terjadi pada 25–26 November 2025. Pada periode tersebut, Kepala BNPB Letjen Suharyanto segera menuju Sumatera Utara meski sebelumnya tengah berada di Lumajang untuk menangani dampak erupsi Gunung Semeru.

Di lapangan, lanjut Teddy, personel TNI, Polri, Basarnas, BNPB daerah, serta unsur terkait lainnya langsung bekerja sejak detik awal bencana terjadi. Seluruh upaya tersebut dilakukan tanpa sorotan publikasi atau liputan media.

Arahan Langsung Presiden

Teddy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto turut memantau langsung perkembangan situasi. Pada hari kejadian, Presiden segera berkomunikasi dengan sejumlah kepala daerah, mulai dari Gubernur Sumatera Utara hingga para bupati di wilayah terdampak, untuk memastikan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan darurat.

Pada hari yang sama, Presiden juga menginstruksikan Menko PMK untuk mengoordinasikan seluruh sumber daya nasional guna mendukung penanganan bencana secara maksimal, termasuk mobilisasi personel dan peralatan.

Mobilisasi Besar-Besaran Alutsista dan Personel

Menurut Teddy, pada 27 November 2025, seluruh armada helikopter yang tersedia di Sumatra dikerahkan ke wilayah terdampak seperti Padang, Medan, dan Banda Aceh. Tidak hanya itu, helikopter dan pesawat dari Pulau Jawa juga diterbangkan ke Sumatra meski membutuhkan waktu tempuh hingga belasan jam.

Beberapa helikopter tiba di Banda Aceh pada hari yang sama untuk mengangkut genset PLN, logistik, serta kebutuhan darurat lainnya. Seluruh proses tersebut dilakukan tanpa kehadiran media di lokasi.

Selain dukungan udara, puluhan ribu personel gabungan TNI-Polri bersama masyarakat setempat turut melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Media baru dilibatkan setelah sebagian besar kekuatan, termasuk alat utama sistem persenjataan (alutsista), telah tiba dan operasi berjalan.

Teddy memastikan bahwa hingga saat ini, lebih dari 80 unit helikopter dan pesawat, serta dukungan dari berbagai unsur, termasuk pihak swasta dan maskapai seperti Susi Air, telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di wilayah Sumatra.

Ia menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh unsur terkait telah bekerja maksimal sejak hari pertama demi keselamatan dan pemulihan masyarakat terdampak.(BY)