BNPB dan BPBD Percepat Penanganan Banjir Bandang di Nduga

Petugas SAR dibantu warga mencari belasan korban yang hilang disapu banjir bandang
Petugas SAR dibantu warga mencari belasan korban yang hilang disapu banjir bandang

Jakarta  – Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kali Panpan, Distrik Dal, Kabupaten NdugaProvinsi Papua Pegunungan, pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIT. Peristiwa ini menyebabkan 15 orang dilaporkan hilang dan dikhawatirkan meninggal dunia.

Hingga Senin (3/11/2025), korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan. Mayoritas korban adalah pelajar, terdiri dari 14 anak-anak sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA, serta satu orang dewasa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPBAbdul Muhari, menjelaskan bahwa bencana terjadi setelah hujan deras mengguyur Kampung Dal dan Kampung Silan, sehingga memicu banjir disertai longsor.

“Korban hilang terseret arus banjir saat melintasi Kali Papan. BPBD Kabupaten Nduga telah melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari korban. Sampai saat ini, pencarian masih berlangsung,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi.

Baca Juga  Banjir Bandang Lumpuhkan Parapat, Lalu Lintas Dialihkan

Pencarian dilakukan secara manual oleh petugas dibantu warga setempat. Namun, tingginya volume material banjir dan longsor menyulitkan proses evakuasi. Sementara itu, kerugian materiil akibat bencana ini masih dalam pendataan, dan belum ada laporan terkait pengungsian mandiri atau terpusat.

BNPB terus memantau penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Nduga agar upaya pencarian korban hilang menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Nduga bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga mengerahkan bantuan logistik untuk mendukung proses penanganan di lokasi bencana.

Daftar 15 korban hilang akibat banjir bandang:

Endius Gwijangge (17), Pelajar SMA PGRI

Nendiu Gwijangge (17), Pelajar SMP Negeri Mbua

Yupin Pokneangge (17), Pelajar SMK Yapis

Wutukwe Tabuni (17), Pelajar SMP Negeri Mbua

Baca Juga  BNPB Targetkan Pengurangan Curah Hujan di Lampung Melalui Modifikasi Cuaca

Yepetena Gwijangge (13), Pelajar SD Kelas 6

Dilince Pokneangge (16), Pelajar SD

Penggison Gwijangge (8), Pelajar SD

Adince Pokneangge (17), Pelajar SMP

Atumina Pokneangge (16), Pelajar SMP

Libi Pokneangge (25), Anggota PTNI

Kalukwe (60), Ibu Rumah Tangga

Mesaran Wasiagge (17), Petani

Boniut Wasiangge (14), Pelajar SD

Taus Tabuni (17), Pelajar SMP

Anak dari Libi Pokneangge (6)(des*)