Agam – Empat nelayan asal Gasan Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dilaporkan belum kembali setelah melaut di perairan Gosong Kain, kawasan Tiku, Rabu (14/10/2026). Mereka menggunakan dua biduak atau perahu yang hingga laporan diterima belum diketahui keberadaannya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Padang, Abdul Malik, menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kejadian tersebut dari Wali Nagari Gasan Gadang pada Rabu pukul 16.03 WIB.
Berdasarkan laporan yang diterima, dua perahu yang belum kembali itu masing-masing bernama biduak 04 berwarna hijau dan biduak Pondok Mande berwarna biru. Kedua perahu tersebut membawa empat nelayan.
Adapun nelayan yang berada di biduak 04 adalah Edi (52) dan Tolen (55). Sementara itu, biduak Pondok Mande ditumpangi Is Fadli (25) dan Tio Rusnaldi (25). Keempatnya diketahui merupakan warga Gasan Gadang.
Peristiwa ini bermula ketika delapan nelayan berangkat melaut menggunakan empat biduak jaring pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka direncanakan kembali ke daratan pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Namun, hingga waktu yang diperkirakan, hanya dua perahu yang berhasil kembali dengan membawa empat nelayan. Adapun dua perahu lainnya beserta empat orang yang berada di dalamnya belum diketahui posisinya.
Setelah menerima laporan tersebut, Unit Siaga SAR Agam segera mengerahkan tujuh personel untuk melakukan pencarian. Tim diberangkatkan menuju lokasi pada Rabu pukul 16.19 WIB.
Lokasi dugaan hilangnya kontak diperkirakan berjarak sekitar tiga mil laut dari Muara Tiku. Untuk mencapai titik tersebut melalui jalur laut, petugas diperkirakan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 30 menit.
Tim SAR kemudian melakukan upaya pencarian guna menemukan keempat nelayan yang belum kembali, sekaligus memastikan keberadaan dua biduak yang mereka gunakan untuk melaut.(des*)












