Kopi Dibiarkan Dingin Ternyata Dikaitkan dengan Pola Hidup

Cara minum kopi bisa mencerminkan bagaimana seseorang menjalani hidup, termasuk kebiasaan membiarkan secangkir kopi hangat yang mendingin.
Cara minum kopi bisa mencerminkan bagaimana seseorang menjalani hidup, termasuk kebiasaan membiarkan secangkir kopi hangat yang mendingin.

JakartaKopi umumnya paling nikmat ketika masih hangat. Namun, tidak semua orang langsung menghabiskan minumannya. Ada yang justru membiarkan kopi berada di meja hingga suhunya turun sebelum akhirnya kembali menyesapnya.

Kebiasaan tersebut bisa terjadi karena berbagai hal. Kesibukan pekerjaan, aktivitas yang tidak bisa ditinggalkan, atau sekadar lupa menjadi beberapa alasan seseorang tidak segera menikmati kopi yang sudah dibuat.

Di media sosial, kebiasaan membiarkan kopi menjadi dingin kemudian dikaitkan dengan pola perilaku tertentu melalui istilah cold coffee theory atau teori kopi dingin.

Meski terdengar seperti konsep psikologi, teori tersebut sebenarnya bukan teori ilmiah yang telah ditetapkan dalam bidang psikologi. Istilah ini lebih tepat dipahami sebagai gagasan psikologi populer yang berkembang di tengah masyarakat dan media sosial.

Dalam pandangan teori tersebut, orang yang sering membiarkan kopinya dingin dianggap memiliki kecenderungan untuk menunda kesenangan. Mereka disebut lebih sering memberikan perhatian kepada pekerjaan, kewajiban, atau kebutuhan orang lain dibandingkan menyediakan waktu untuk menikmati hal-hal yang mereka sukai.

Baca Juga  Gorengan Tetap Boleh Saat Buka Puasa, Asal Perhatikan Porsinya

Psikolog sekaligus Direktur Eksekutif All in Solutions, Jonathan Goelz, mengatakan konsep tersebut dapat menggambarkan kebiasaan seseorang yang terlalu banyak mencurahkan waktu untuk berbagai urusan hingga mengabaikan kesempatan menikmati hal sederhana.

Menurut Goelz, sebagian orang mungkin lebih terbiasa mendahulukan kepentingan orang lain. Rutinitas dan tanggung jawab yang menumpuk membuat waktu untuk diri sendiri akhirnya tersisihkan.

Kebiasaan tersebut juga dapat terlihat dari kecenderungan seseorang untuk segera beralih ke pekerjaan atau aktivitas berikutnya tanpa memberikan jeda bagi dirinya sendiri.

Goelz menjelaskan, konsep cold coffee theory pada dasarnya menggambarkan pola pikir yang terlalu berorientasi pada apa yang akan dilakukan selanjutnya. Akibatnya, seseorang dapat kehilangan kesempatan untuk benar-benar menikmati apa yang sedang terjadi saat ini.

Belajar Menikmati Hal Sederhana

Menurut Goelz, memberikan perhatian penuh pada secangkir kopi bisa menjadi latihan sederhana untuk membangun kesadaran terhadap momen yang sedang dijalani.

Hal tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan menjaga kopi tetap hangat atau mempertahankan cita rasanya. Yang lebih penting adalah memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berhenti sejenak dan menikmati pengalaman tersebut secara sadar.

Baca Juga  Mengubah Pola Pikir Keuangan, Saran Lama yang Ditolak Generasi Muda

Ia menyarankan agar latihan mindfulness dapat disisipkan dalam berbagai aktivitas sederhana sehari-hari.

Caranya pun tidak harus rumit. Seseorang bisa menyediakan waktu khusus untuk menjalankan hobi, menjauhkan ponsel untuk sementara, serta mencoba benar-benar memperhatikan apa yang dirasakan melalui pancaindra.

Goelz juga mengingatkan bahwa waktu luang tidak selalu harus diisi dengan aktivitas yang dianggap produktif. Memberikan ruang untuk menikmati kesenangan kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu seseorang lebih menghargai berbagai pengalaman yang memiliki arti bagi dirinya.(BY)