Sport  

Bezzecchi Tertinggal, Persaingan Gelar Masih Terbuka

Marco Bezzecchi semakin tertekan dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Marco Bezzecchi semakin tertekan dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.

JakartaMarco Bezzecchi belum menyerah dalam persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026. Meski posisinya kini semakin tertinggal setelah mengalami sejumlah hasil buruk, pembalap Aprilia Racing tersebut justru menganggap tekanan sebagai bagian dari konsekuensi yang harus dihadapi seorang pebalap.

Peluang Bezzecchi untuk menambah poin kembali terhambat pada MotoGP San Marino 2026. Alih-alih finis di posisi depan, ia harus mengakhiri balapan lebih awal setelah terjatuh pada lap pembuka.

Hasil tersebut membuat koleksi poinnya tetap berada di angka 241. Sementara itu, Marc Marquez dan Jorge Martin berada jauh di depan dengan masing-masing mengumpulkan 274 poin. Artinya, Bezzecchi memiliki defisit 33 poin dari kedua rivalnya.

Meski demikian, persaingan belum berakhir. Dengan delapan seri yang masih tersisa dan total 296 poin yang masih dapat diperebutkan, peluang Bezzecchi untuk kembali ke jalur perebutan gelar tetap terbuka.

Namun, performanya dalam beberapa seri terakhir menjadi perhatian. Dalam tujuh balapan terakhir, pembalap asal Italia itu mengalami berbagai hasil kurang menguntungkan yang membuat perolehan poinnya tidak banyak berubah.

Baca Juga  HA SB-IPB Gelar Alumni Summit 2024, Fokus pada Peningkatan Keterampilan dan Peluang Investasi

Situasi tersebut cukup kontras dengan kondisi sebelumnya. Bezzecchi sempat berada di puncak klasemen setelah menjalani MotoGP Italia 2026. Setelah itu, ia mengalami tiga kali gagal finis, satu kali terkena diskualifikasi, serta sekali tidak dapat mengikuti balapan.

Bezzecchi menyadari perjalanan menuju gelar juara dunia memang tidak akan berjalan mudah. Ia bahkan menilai sejak awal tidak ada alasan untuk menganggap dirinya sudah berada di posisi aman meski sempat memimpin klasemen.

“Saya tidak pernah berpikir setelah tujuh seri, gelar juara ada di tangan saya. Bahkan, saya yakin Marc (Marquez) juga tidak berpikir demikian,” ujar Bezzecchi, dikutip dari Crash, Selasa (15/9/2026).

Ia juga mengakui kualitas para pesaingnya, terutama Marquez dan Martin, yang sama-sama memiliki pengalaman serta kecepatan untuk bersaing memperebutkan gelar.

“Tentu saja, Marc adalah pembalap berpengalaman. Dia sangat cepat dan sangat jelas akan jadi lawan yang sulit. Begitu juga dengan Martin. Tapi, kalau jalannya mudah, semua orang akan jadi juara,” katanya.

Baca Juga  Timnas Indonesia U-19 Raih Kemenangan Besar, Netizen Vietnam Sebut Hanya Beruntung

Bagi Bezzecchi, tekanan yang muncul dalam perebutan gelar merupakan konsekuensi dari pilihan kariernya sebagai pebalap profesional. Ia tidak ingin menjadikan tekanan tersebut sebagai alasan untuk mundur dari persaingan.

“Jika saya tidak menginginkan tekanan semacam ini, saya lebih baik kerja di bengkel milik ayah. Tapi, saya memilih jadi pembalap. Jadi, itulah hidup. Kami harus mengatasi hal semacam ini,” tegasnya.

Persaingan perebutan titel MotoGP 2026 pun dipastikan masih berlangsung ketat. Seri berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Bezzecchi untuk memangkas jarak dengan para pesaingnya.

MotoGP Austria 2026 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, pada 18-20 September mendatang.(BY)