PMN 2026 Siapkan 150 Ribu Kuota, Peserta Berpeluang Raih Gaji hingga Rp6 Juta per Bulan

Seskab Teddy mengungkapkan 30 persen peserta magang nasional 2025 langsung diterima kerja.
Seskab Teddy mengungkapkan 30 persen peserta magang nasional 2025 langsung diterima kerja.

JakartaPemerintah kembali membuka Program Magang Nasional (PMN) 2026 sebagai upaya memperluas akses lulusan perguruan tinggi ke dunia kerja. Pada tahun ini, jumlah peserta ditingkatkan menjadi 150.000 orang, lebih banyak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang menampung 100.000 peserta.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa hasil pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 menunjukkan dampak yang cukup positif. Dari total 100.000 peserta yang mengikuti program selama enam bulan, sekitar 30 persen berhasil memperoleh pekerjaan setelah masa magang berakhir.

Menurut Teddy, capaian tersebut membuktikan bahwa program magang mampu menjadi jalur transisi yang efektif bagi lulusan baru sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.

Ia menjelaskan, selain memperoleh pengalaman profesional, peserta juga memiliki kesempatan membangun keterampilan yang dibutuhkan industri sekaligus mendapatkan penghasilan selama mengikuti program.

Dalam pelaksanaannya, peserta menerima uang saku yang disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah penempatan. Nilainya bervariasi, mulai sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta setiap bulan.

Baca Juga  Gabungan XL dan Smartfren, XLSMART Fokus Bangun Konektivitas Digital di Sumatera

Tak hanya itu, para peserta juga memperoleh pendampingan langsung dari mentor di perusahaan tempat mereka menjalani magang. Proses pembinaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi serta kesiapan peserta menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Teddy menambahkan, Program Magang Nasional yang merupakan salah satu inisiatif Presiden Prabowo Subianto kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Program tersebut dirancang sebagai salah satu solusi untuk mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, khususnya bagi lulusan jenjang sarjana.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengumumkan bahwa pendaftaran Program Magang Nasional 2026 gelombang kedua akan berlangsung pada 15 hingga 28 Juli 2026.

Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,2 triliun. Penambahan kuota peserta menjadi 150.000 orang dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar semakin banyak lulusan perguruan tinggi memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi sekaligus memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga  Gempa 4,5 SR di Yalimo, Papua, BMKG Pastikan Aman dari Tsunami

Pemerintah berharap perluasan Program Magang Nasional dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mempercepat penyerapan tenaga kerja muda di berbagai sektor industri.(BY)