Jakarta – Kekecewaan mendalam dirasakan kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, setelah dipastikan laga panas Persija kontra Persib Bandung tidak digelar di Jakarta. Pertandingan tersebut justru dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.
Keputusan ini disampaikan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (I.League), Ferry Paulus. Laga pekan ke-32 Super League itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB, dengan Stadion Segiri yang selama ini menjadi kandang Borneo FC sebagai venue pertandingan.
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, mengaku kecewa berat dengan keputusan tersebut. Ia menilai sudah terlalu lama para pendukung tidak bisa menyaksikan langsung duel klasik Persija melawan Persib di Jakarta, yang terakhir kali terjadi pada 2019.
Menurutnya, suporter Persija sebenarnya telah menunjukkan sikap yang lebih kondusif dalam menyambut tamu dari tim lain. Ia mencontohkan berbagai pertandingan di Jakarta yang berlangsung aman meski dihadiri pendukung dari luar kota seperti Solo, Malang, Jepara, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Diky menegaskan bahwa The Jakmania selama ini berupaya menjaga ketertiban dan keamanan setiap pertandingan yang digelar di ibu kota. Karena itu, ia merasa ada kekecewaan tersendiri ketika laga besar justru tidak kembali digelar di Jakarta.
Meski demikian, ia menyatakan tetap menghormati keputusan yang telah ditetapkan. Menurutnya, kebijakan pemindahan venue kemungkinan besar diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor keamanan dan masukan dari pihak terkait.
“Walaupun keputusan ini berat bagi kami, tetap harus dihormati. Tapi tentu kami berharap ada pertimbangan keadilan juga, terutama soal kesempatan suporter untuk bisa menyaksikan pertandingan secara langsung,” ujarnya.
Ia juga berharap agar di mana pun pertandingan digelar, suporter tetap diberi kesempatan untuk hadir di stadion. Menurutnya, hak penonton untuk mendukung tim kebanggaan secara langsung tetap harus diperhatikan oleh operator kompetisi.(BY)












