Jakarta – Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami aktivitas erupsi sebanyak sembilan kali sepanjang Rabu (29/4/2026).
Letusan pertama tercatat terjadi pada pukul 00.08 WIB, kemudian berlanjut pada 00.20 WIB, 05.33 WIB, 05.47 WIB, 05.53 WIB, 06.25 WIB, 12.38 WIB, serta dua kali lagi pada 13.13 WIB dan 17.03 WIB. Dari seluruh kejadian tersebut, erupsi dengan intensitas terbesar menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter.
Dalam keterangan yang disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terakhir terjadi pada pukul 17.03 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut. Arah sebaran abu terpantau ke selatan dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas sedang, serta aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.
Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Aktivitas juga dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung karena rawan lontaran material pijar.
PVMBG turut mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, serta lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai di kawasan tersebut.(des*)












