Tak Selamanya Awet, Ini Fakta Daya Tahan Kurma dan Cara Menyimpan yang Benar

Seperti buah lainnya, kurma juga bisa busuk.
Seperti buah lainnya, kurma juga bisa busuk.

Jakarta – Banyak orang bertanya apakah kurma bisa mengalami pembusukan, mengingat buah ini dikenal memiliki daya simpan yang cukup panjang.

Secara umum, kurma memang dapat rusak, namun prosesnya tidak secepat buah segar seperti apel, jeruk, atau pisang. Penurunan kualitas biasanya terjadi secara bertahap, bukan tiba-tiba.

Daya tahan kurma yang lebih lama disebabkan oleh kandungan airnya yang rendah serta kadar gula alami yang tinggi. Kondisi ini membuat bakteri lebih sulit berkembang, sehingga kurma bisa bertahan lebih lama dibanding buah pada umumnya.

Meski begitu, kurma tetap bisa mengalami penurunan kualitas jika disimpan dengan cara yang kurang tepat atau dalam waktu yang terlalu lama.

Mengutip sumber Ayoubs, kurma tidak mengalami kedaluwarsa secara mendadak seperti produk susu atau daging. Perubahan biasanya diawali dari tekstur dan rasa, lalu jika dibiarkan, bisa muncul jamur atau aroma tidak sedap yang menandakan buah sudah tidak layak konsumsi.

Jenis kurma juga memengaruhi daya tahannya. Kurma kering umumnya lebih awet karena kadar airnya sangat sedikit dan bisa bertahan berbulan-bulan hingga sekitar satu tahun jika disimpan dengan benar. Sebaliknya, kurma segar seperti medjool lebih mudah rusak karena kandungan airnya lebih tinggi.

Baca Juga  Jangan Keliru, Ini Perbedaan Air Nabeez dan Khamr dari Proses hingga Kandungan

Faktor penyimpanan juga berperan penting. Pada suhu ruang, kurma kering biasanya bertahan 1–3 bulan, sedangkan kurma segar hanya sekitar satu bulan.

Tanggal kedaluwarsa pada kemasan sendiri lebih merujuk pada kualitas terbaik produk, bukan berarti langsung tidak layak konsumsi setelah lewat tanggal tersebut. Selama kondisi fisik masih baik, kurma umumnya masih aman dimakan.

Tanda Kurma Sudah Tidak Layak Konsumsi

Untuk menghindari konsumsi kurma yang sudah rusak, beberapa ciri berikut perlu diperhatikan:

Perubahan tekstur: kurma menjadi terlalu lembek, berlendir, atau justru sangat keras dan rapuh.
Warna berubah: menghitam berlebihan atau muncul bercak putih/abu yang menyerupai jamur.
Aroma tidak normal: bau menjadi asam, tengik, atau seperti hasil fermentasi.
Rasa berbeda: tidak lagi manis, melainkan asam, pahit, atau aneh.
Adanya jamur di dalam buah: bagian luar tampak normal tetapi bagian dalam sudah rusak.
Terdapat serangga: adanya ulat atau residu seperti serbuk menandakan kontaminasi.
Penampilan kusam: kurma kehilangan kilau dan tampak tidak segar.
Cara Penyimpanan yang Tepat

Baca Juga  Abu-abu, Silver, Biru, Warna Mobil yang Awet dan Mudah Dirawat

Agar kurma tetap awet, sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung. Gunakan wadah tertutup rapat untuk menjaga dari udara dan kelembapan.

Jika disimpan di lemari pendingin, kurma kering bisa bertahan hingga 6–12 bulan, sementara kurma segar sekitar 6–8 bulan. Penyimpanan di freezer dalam wadah kedap udara bahkan dapat memperpanjang masa simpannya hingga lebih dari satu tahun.(BY)