Padang, fativa.id – Semangat kebersamaan terus mengalir di Komplek Griya Elok dan Komplek Farensa, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang. Warga setempat kini bergerak cepat mempercepat pembangunan lahan fasilitas sosial (fasos) yang akan dijadikan pusat sarana olahraga dan ruang interaksi masyarakat nantinya.
Tahap awal, pembangunan difokuskan pada penimbunan dan perataan lahan. Hingga saat ini, kebutuhan tanah timbunan masih cukup besar, bahkan diperkirakan mencapai puluhan truk agar seluruh area siap digunakan.
“Alhamdulillah, saat ini sudah masuk hampir 20 truk tanah timbunan,” ujar Ketua Umum Tanah Fasos, Yonnis Fendri, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, setiap harinya terdapat dua hingga tiga truk tanah timbunan yang masuk ke lokasi. Bantuan tersebut merupakan kontribusi dari salah satu perusahaan yang diinisiasi oleh warga Komplek Griya Elok yang bekerja di perusahaan tersebut. Ini sebagai bentuk dukungannya terhadap pembangunan fasilitas umum tersebut.
“Atas nama warga Griya Elok dan Farensa, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi perusahaan dan dedikasi warga yang luar biasa. Ini bukti bahwa kebersamaan bisa mendorong percepatan pembangunan sarana olahraga ini,” kata Yonnis, didampingi pengurus lainnya, Hendry Patopang yang setiap hari melaporkan berapa truk tanah timbunan masuk ke lokasi.
Lahan fasos seluas kurang lebih 2.000 meter persegi itu dinilai sangat strategis, karena berada di tengah-tengah dua komplek. Lokasi tersebut dipandang ideal untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan olahraga dan ruang publik yang dapat dimanfaatkan seluruh warga.
Selama ini, anak-anak di lingkungan komplek masih memanfaatkan jalanan perumahan dan halaman Masjid Darul Amanah untuk bermain bola. Kondisi itu tentu memiliki keterbatasan, baik dari sisi kenyamanan maupun keselamatan.
Dengan hadirnya fasos yang sedang dibangun, diharapkan anak-anak dan remaja nantinya memiliki ruang yang lebih layak untuk berolahraga dan menyalurkan energi positif mereka.
Tak hanya itu, keberadaan fasos juga diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial warga nantinya. Di waktu senggang atau akhir pekan, lokasi ini direncanakan menjadi tempat berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Sejumlah fasilitas olahraga pun telah dirancang untuk dibangun di atas lahan tersebut. Mulai dari lapangan futsal, bulutangkis, hingga tenis meja. Bahkan, menurut rencana area di sekelilingnya akan dilengkapi jalur lari (jogging track) yang bisa dimanfaatkan warga untuk berolahraga ringan.
Ketua RT Dewa Wangsa dan Tomy Revelino salah satu motivator penggerak fasos tersebut menyebutkan, seluruh rencana tersebut akan terealisasi secara bertahap, menyesuaikan dengan ketersediaan sumber daya dan dukungan masyarakat.
Namun demikian, mereka menegaskan bahwa percepatan pembangunan sangat bergantung pada partisipasi aktif warga. Baik dalam bentuk tenaga, material, maupun dukungan lainnya.
“Kami sebagai pengurus fasos ini mengajak seluruh warga komplek untuk ikut ambil bagian. Ini adalah fasilitas bersama, untuk kita dan generasi ke depan. Kalau tidak kita siapa lagi,” ujarnya bersemangat.
Ajakan tersebut bukan tanpa alasan. Dengan semangat gotong royong yang selama ini sudah terbangun, warga optimistis pembangunan fasos bisa selesai lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
Kini, harapan besar itu mulai terlihat. Tumpukan tanah yang terus bertambah menjadi simbol awal terwujudnya sarana olahraga impian warga Griya Elok dan Farensa. Tidak ada tidak mungkin, apa yang dinginkan warga ini segera terwujud, asal dibangun secara kebersamaan.
Dengan kebersamaan dan partisipasi semua pihak, fasos ini bukan hanya sekadar lahan kosong, tetapi akan berubah menjadi pusat kehidupan baru bagi masyarakat sekitar untuk menjadikan fasilitas itu menjadi lokasi sarana olahraga komplek ke depannya.(Ab)












