Agam  

Jalan Sempit Akibat Longsor, Warga Turun Tangan Atur Arus Kendaraan

Lubukbasung – Warga di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berinisiatif membantu mengatur lalu lintas di jalur penghubung menuju Bukittinggi.

 

Aksi ini dilakukan terutama di beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi pada November 2025.

 

Kerusakan parah terjadi di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, yang menyebabkan badan jalan menyempit. Akibatnya, kendaraan dari dua arah harus melintas secara bergantian. Kondisi ini menjadi lebih berbahaya di area tikungan tajam, apalagi menjelang arus mudik Idul Fitri saat volume kendaraan meningkat.

 

Salah satu warga, Rahmatal (22), bersama dua rekannya telah rutin mengatur lalu lintas di lokasi tersebut sejak pagi hingga sore selama hampir tiga bulan. Mereka bergantian memberi tanda kepada pengendara yang melintasi jalur yang mengalami penurunan.

 

Rahmatal menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela demi kelancaran perjalanan pengguna jalan. Ia menilai, tanpa adanya pengaturan, risiko kecelakaan seperti tabrakan bisa saja terjadi.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem di Padang, Pohon Tumbang dan Longsor Ancam Warga

 

Tidak hanya mengatur kendaraan, para warga juga turut membersihkan sisa material longsor, membantu pengendara motor yang kesulitan melintas, serta memastikan keselamatan di jalan yang licin.

 

Menurut Rahmatal, jalur Lubuk Basung menuju Sungai Landia memang dikenal rawan longsor. Setidaknya terdapat empat titik dengan kerusakan cukup parah, di mana sebagian badan jalan mengalami ambles hingga setengahnya.

 

Untuk memantau kondisi di beberapa titik, warga lain juga ikut berkoordinasi menggunakan alat komunikasi seperti handy talkie, termasuk di sekitar Jembatan Bailey yang telah dibangun.

 

Upaya warga ini terbukti membantu mengurangi kemacetan dan menekan potensi kecelakaan. Sejumlah pengguna jalan, seperti sopir travel bernama Al dan pengendara motor Madi, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mereka.

 

Jalur Sungai Landia sendiri kerap dimanfaatkan sebagai alternatif oleh para pemudik yang melintas dari arah Bukittinggi menuju Padang maupun sebaliknya.

Baca Juga  Low Bow Melintang di Jalan, Akses Palupuh Terhambat

 

Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat berencana menerapkan sistem satu arah (one way) di jalur utama Padang–Bukittinggi selama periode mudik Idul Fitri.

 

Kebijakan ini akan diberlakukan pada 19–20 Maret serta 22–24 Maret 2026, dengan titik penyekatan berada di Simpang Exit Tol Sicincin dan Simpang Padang di Padang Panjang.(des*)