Banjir Lahar Terbesar Sejak 2010, Pencarian Korban di Magelang Masih Berlanjut

Tim SAR gabunganmencari korban banjir lahar Merapi di Magelang.
Tim SAR gabunganmencari korban banjir lahar Merapi di Magelang.

JakartaTim SAR gabungan mempercepat upaya pencarian dua warga yang dilaporkan hilang terseret banjir lahar di Sungai Senowo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pencarian memasuki hari ketiga, Kamis (5/3/2026), dengan dukungan anjing pelacak (K-9) dari Polresta Magelang untuk menelusuri material banjir.

Penyisiran dimulai pukul 08.00 WIB oleh tim gabungan yang meliputi Basarnas Unit Borobudur, Damkar, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat. Fokus pencarian berada di sepanjang aliran Sungai Senowo yang tertutup pasir, batu besar, dan kayu serta sampah yang terbawa arus banjir bandang pada Selasa lalu.

Baca Juga  Tragedi di Masjid Sumedang, Bayi Laki-laki Ditemukan dalam Kantong Plastik

Koordinator Basarnas Unit Borobudur, Alif Yulianto, menjelaskan bahwa medan pencarian sangat sulit. “Kendala utama kami hari ini adalah cuaca yang tidak menentu dan tingginya material pasir dan kayu di sungai, sehingga pencarian manual menjadi berat,” ujarnya.

Banjir lahar hujan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak erupsi hebat Gunung Merapi pada 2010. Curah hujan tinggi di puncak Merapi menyebabkan debit Sungai Senowo meluap secara mendadak, menyeret warga yang berada di sekitar aliran sungai.

Hingga saat ini, tim K-9 bersama tim SAR gabungan masih menyisir beberapa titik yang dicurigai menjadi lokasi korban. Petugas berharap kemampuan penciuman anjing pelacak dapat membantu menemukan korban di tengah tumpukan material vulkanik yang luas.(des*)